ngopibareng.id
Polemik es gabus yang viral pada bulan Januari 2026 lalu membawa berkah bagi penjual es gabus di Banyuwangi, Iwan Kurniawan, 38 tahun, warga Kelurahan Singotrunan Banyuwangi. Pasca hebohnya persoalan es gabus tersebut, omset penjualannya meningkat drastis. Bahkan berkali-kali lipat.
Iwan telah bertahun-tahun berjualan es gabus. Dia memberi nama dagangannya es gabus rainbow karena warnanya yang beragam. Sehari-hari dia berdagang es gabus di tiga tempat yang berbeda.
Pagi hari, mulai pukul 08.00 WIB sampai 10.00 WIB Iwan berjualan di kompleks GOR Tawangalun, Banyuwangi. Tepatnya di dekat area kolam renang. Kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB dia pindah ke depan SD Kepatihan sampai sekitar pukul 12.00 WIB.
“Setelah itu sekitar jam satu siang saya jualan di SMP 3 Banyuwangi, Alhamdulillah habis terus,” jelasnya, Rabu, 11 Februari 2025.
Iwan mengatakan, sejak peristiwa es gabus viral, omzet penjualannya naik hingga berkali lipat. Sebelum kasus es gabus viral, dalam sehari dirinya hanya bisa menjual antara 20 sampai 30 potong es gabus. Namun, sejak kasus es gabus viral, sehari dia bisa menjual lebih dari 100 potong.
“Alhamdulillah dapat berkahnya, malah ramai. Sehari sekarang bisa terjual sampai 120 potong,” terangnya.
Baca Juga
Satu potong es gabus, dijual seharga Rp2 ribu. Namun jika beli 3 potong hanya dipatok Rp5 ribu saja. Iwan beralasan agar lebih simpel dan tidak bingung uang kembalian sekaligus sebagai sarana promosi dagangannya.
“Kalau beli 3 Rp5 ribu, jadi lebih enak,” ujarnya.
Dia mengaku belajar membuat minuman jadul itu secara otodidak dari youtube. Es gabus ini terbuat dari tepung hunkwee yang cukup mudah ditemukan di toko bahan kue.
“Awalnya belajar dari youtube, akhirnya lancar,” ujarnya.
Like







