Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Pasutri Polisi dan Dokter di Banyuwangi Inisiasi Khitan Gratis Dengan Konsep Jemput Bola

pasutri-polisi-dan-dokter-di-banyuwangi-inisiasi-khitan-gratis-dengan-konsep-jemput-bola
Pasutri Polisi dan Dokter di Banyuwangi Inisiasi Khitan Gratis Dengan Konsep Jemput Bola

ngopibareng.id

Sepasang suami istri di Banyuwangi melakukan kegiatan sosial khitan gratis. Berbeda dengan sunat gratis pada umumnya, khitanan dilakukan dengan metode jemput bola ke rumah tempat tinggal anak yang dikhitan. Proses khitan dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Mereka adalah pasangan Aiptu Setyo Budi Bijaksana dan dr. Khusnul Imama, warga Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Mereka menyebut aksi sosial itu dengan Sunat on The Road, sesuai dengan pelaksanaannya yang dilakukan dengan konsep jemput bola.

Setyo mengatakan, Sunat on The Road ini lahir dari keinginan mereka untuk membantu anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung dan anak-anak yatim piatu yang belum dikhitan. 

Awalnya, konsep yang dipilih adalah khitanan massal. Namun konsep ini sudah terlanjur memiliki stigma yang kurang baik di kalangan masyarakat. Dimana, banyak yang menilai khitanan massal dianggap hanya untuk kalangan masyarakat miskin saja.

“Kami ingin membantu anak-anak dari orang tua yang mungkin kurang beruntung,” jelasnya.

Dijelaskannya, konsep Sunat on The Road  ini adalah sunat gratis yang dilaksanakan di rumah masing-masing penerima manfaat. Tim medis datang langsung ke rumah anak yang akan dikhitan.

“Di program ini, kita konsep sunat gratis, door to door. Dalam artian, kita datangi ke lokasi penerima manfaat,” terangnya.

Kriteria anak yang bisa mengikuti Sunat on The Road ini adalah anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung secara ekonomi atau sosial, anak yatim, anak dari keluarga broken home.

“Mungkin orang tuanya merantau, terus tinggal dengan neneknya dan tidak memiliki biaya untuk khitan, dan anak-anak yang memang benar-benar membutuhkan,” terangnya. 

Dia menyebut, sebelum dikhitan, lebih dulu dilakukan survei pada anak yang akan dikhitan. Survei ini dilakukan hanya untuk memastikan yang bersangkutan benar-benar sesuai kriteria yang tentukan dan benar-benar membutuhkan.

Yang tidak kalah penting, menurutnya, anak yang akan dikhitan dan keluarganya bersedia dan keluarga menyetujui. Sebab menurutnya, pernah terjadi pihak keluarga besar tidak setuju anaknya ikut Sunat on The Road karena stigma dianggap sebagai orang miskin.

“Keluarga tidak setuju, karena mungkin mind set-nya dikira anaknya orang miskin,” terangnya.

Setyo menambahkan, kegiatan sosial yang digagas bersama istrinya ini sudah berlangsung sekitar 4 bulan. Sejak awal dijalankan, sudah ada sekitar 15 anak yang mengikuti Sunat on The Road ini. Peserta berasal dari berbagai penjuru wilayah Banyuwangi.

Baca Juga

Pada kesempatan yang sama, dr. Khusnul Imama, mengatakan, proses khitan melibatkan tenaga medis dan melibatkan dokter yang telah berpengalaman. Dia memastikan, meskipun Sunat on The Road ini gratis, namun dilakukan oleh tenaga medis yang terampil. Bukan asal-asalan.

“Yang mengerjakan ini tim ya, jadi tim itu ada dokter, ada perawat. Jadi ini tim InsyaAllah aman dan teknis yang kita gunakan itu justru teknis yang paling bagus,” terangnya.

Metode yang digunakan adalah metode laser yang dikombinasikan dengan metode konvensional. Dia menyebut, metode ini adalah teknis yang paling aman dengan risiko perdarahan dan pembengkakan sangat minim. 

“Setelah sunat, selain dikasih obat, juga dilakukan perawatan sampai dia benar-benar sembuh,” tegasnya.

Untuk pemantauan pasca sunat, melibatkan kader kesehatan yang ada di masing-masing wilayah untuk memantau perkembangan anak yang telah dikhitan. Pemantauan ini dilakukan selama kurang lebih satu minggu.

“Di pantau dari aspek kebersihannya, dari obat-obatan yang dia minum, makanan yang dia konsumsi harusnya bergisi ya. Jadi kita support juga kalau misalnya mereka kekurangan (asupan gizinya), ya kita bantu,” terangnya.

Dia menegaskan, tidak ada kuota peserta dalam Sunat on The Road ini. Berapapun yang mendaftar akan dikhitan sejauh memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Anak-anak yang dikhitan juga diberikan merchandize dan juga uang saku. Setyo juga menegaskan, tidak ada sponsor atau kepentingan apapun dalam kegiatan ini.

“Ini nggak ada sponsor, kita mandiri dari keluarga kita sendiri,” ungkapnya.

Bagi yang berminat untuk mengikuti Sunat on The Road ini, bisa menghubungi Aiptu Setyo Budi Bijaksana di nomor 081-136-05595.