BANYUWANGI, KOMPAS.com – Sesosok jasad diduga korban tragedi KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada 2 Juli 2025, ditemukan di Perairan Gilimanuk Bali pada Minggu (1/2/2026).
Jenazah tanpa identitas dan dalam kondisi tak utuh dan hanya mengenakan celana kolor berwarna hitam itu pertama kali ditemukan oleh rombongan pemancing.
“Awalnya kita sedang memancing di sekitar Perairan Bali. Terakhir kok feeling-nya di sekitar lampu merah kuning dekat dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk banyak ikan makan, jadi kami pindah ke sana,” kata pemancing, Edi Gunawan memberi kesaksian, Selasa (3/2/2026).
Baca juga: Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Jadi Sejarah di Selat Bali, Begini Prosesnya
Perahu pun dijangkar. 15 menit berselang, Edi mencium bau yang tak biasa dan melihat sesuatu yang mencurigakan di perairan dekat perahunya.
Ia sempat mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa benda tersebut adalah jasad manusia, namun tak ada satu pun yang mempercayainya.
“Teman-teman bilang itu bantal. Saya penasaran, jadi saya tarik jangkar dan saat kita dekati terlihat tulang. Itu benar potongan jasad manusia, yang tersisa tinggal bagian bawah,” ujarnya.
Baca juga: Operasi Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Terkendala Arus Kencang Selat Bali
Ia kemudian segera menghubungi personel Pos TNI Angkatan Laut dan otoritas pelabuhan untuk menginformasikan kepada kapal yang berada di sekitar jasad tersebut.
Selama lebih dari setengah jam, perahunya terus mengitari jasad tersebut untuk mengamankan jenazah agar tak terbawa arus atau hancur tertabrak kapal.
“Saya berputar-putar di sekitar jasad. Karena di sekitar jasad banyak sampahnya, baling-baling mesin perahu saya sempat terbelit kresek dan mati mesin,” tuturnya.
Ia mengungkap kepanikannya dan seluruh penumpang perahu sebab perahunya berada di dekat kapal.
Dengan panik, ia bahkan harus tengkurap ke perairan saat berupaya memotong lilitan kresek menggunakan pisau.
“Alhamdulillah bisa. Setelah sekitar 1 jam TNI AL dan Polairud datang, kami pun menjauh. Karena awalnya kami mau angkat pun takut, jadi kami menjauh,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo mengatakan bahwa jarak penemuan jenazah kurang lebih 300 meter dari Pelabuhan Gilimanuk.
Jenazah penemuan kedua tersebut kemudian dievakuasi ke Dermaga MB 3 oleh Ditpolair Polda Bali dan Posal Gilimanuk.
“Selanjutnya jenazah dievakuasi ke RSUD Negara menggunakan ambulans,” tandasnya.
Sebelumnya, jenazah pertama yang ditemukan telah dievakuasi ke RSUD Blambangan Banyuwangi dengan indikasi anak buah kapal (ABK) KMP Tunu Pratama Jaya, berdasarkan identitas yang melekat pada tubuh berupa KTP, SIM dan HP.
Jenazah pertama muncul ke permukaan laut saat bangkai KMP Tunu Pratama Jaya menjalani operasi pengangkatan oleh PT Buto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang







