ngopibareng.id
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Banyuwangi 2026 resmi didok melalui rapat paripurna, Sabtu, 29 November 2025 malam. Dalam APBD 2026 ini telah dirumuskan sembilan prioritas pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan menurunkan angka kemiskinan.
Paripurna persetujuan APBD Banyuwangi tahun anggaran 2026 ini dipimpin Ketua DPRD I Made Cahyana Negara didampingi Wakil Ketua Michael Edy Hariyanto, Wakil Ketua Ruliyono dan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Mujiono.
Pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Michael Edy Hariyanto mengatakan, kondisi fiskal Banyuwangi 2026 mengalami tantangan berat karena kebijakan nasional turunnya dana transfer pusat ke daerah sekitar Rp665 miliar.
Atas alasan ini, Pemkab dan DPRD Banyuwangi merumuskan sembilan prioritas pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan menurunkan angka kemiskinan.
Sembilan prioritas itu mencakup peningkatan produksi pangan, penguatan UMKM, perluasan pasar pertanian dan pariwisata, infrastruktur, serta penguatan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan reformasi birokrasi.
“Kita tetap optimistis, meski dengan keterbatasan ini insya Allah kami dapat memenuhi target pembangunan, standar layanan publik, dan penyelenggaraan pemerintah daerah secara umum,” ujarnya.
Michael membeberkan proyeksi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah tahun depan. Pendapatan daerah di tahun 2026 diproyeksi sebesar Rp 2,905 triliun. Pendapatan tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) diproyeksikan sebesar Rp800 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp2,054 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah diproyeksikan sebesar Rp51,248 miliar.
Baca Juga
Sedangkan proyeksi belanja daerah tahun anggaran 2026 sebesar Rp2,917 triliun. Adapun komposisi pembiayaan pada APBD 2026 meliputi penerimaan pembiayaan direncanakan diterima sebesar Rp12,598 miliar dengan asumsi penerimaan pembiayaan APBD 2026 sebesar 57,369 miliar, dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp44,771 miliar.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh pihak berpikir kreatif dan inovatif menghadapi tantangan fiskal agar program prioritas tetap berjalan efektif melalui APBD 2026 yang telah disusun.
“Kita perlu merumuskan strategi baru yang lebih efisien dan produktif dalam mengelola sumber daya daerah. Mari terus bersama-sama, bergotong royong membangun Banyuwangi yang kita cintai ini secara berkesinambungan,” katanya.
Dalam paripurna tersebut turut disetujui Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2026 dan tiga Raperda yakni tentang Perlindungan dan Pengembangan Produk Unggulan Daerah; tentang Pembinaan Ideologi Pancasila, serta tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren.







