TIMES BANYUWANGI, BANDUNG – Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai kota tujuan wisata kuliner. Salah satu daya tarik terbaru datang dari cabang baru Gurame Cobek Bu Ade yang berlokasi di Jalan Ciwastra Buah Batu. Meski baru beroperasi sekitar satu tahun, rumah makan ini menunjukkan geliat positif dengan tingkat kunjungan yang konsisten, terutama pada akhir pekan.
Aldi, Koordinator Lapangan Gurame Cobek Bu Ade, menjelaskan bahwa cabang Gunung Batu merupakan pengembangan dari gerai utama yang lebih dulu hadir di kawasan Pasteur.
Kehadiran cabang baru ini ditujukan untuk menjangkau lebih banyak konsumen, khususnya pecinta masakan tradisional Sunda dengan cita rasa pedas yang kuat.
“Sejak awal, konsep kami tetap mempertahankan kekuatan menu utama, yaitu olahan gurame dan tumisan khas Sunda. Respons masyarakat cukup baik, bahkan di akhir pekan pengunjung sering harus menunggu karena kapasitas meja terbatas,” ujar Aldi, Jumat (23/01/2026).
Dengan jumlah sekitar 17 meja, restoran ini kerap dipenuhi pengunjung pada jam makan malam. Aldi menyebutkan, lonjakan kunjungan biasanya terjadi pada Sabtu dan Minggu malam, bahkan hingga menjelang tengah malam. Kondisi ini membuat pihak pengelola menerapkan sistem kerja dua shift agar pelayanan tetap optimal.
Menu gurame menjadi sajian paling diminati. Ikan gurame diolah dengan teknik yang mempertahankan tekstur renyah di luar namun tetap lembut di dalam. Sajian ini dipadukan dengan sambal khas yang menjadi ciri utama rumah makan tersebut.
Selain gurame, menu tumisan seperti kangkung dan kiciwis juga menjadi pilihan favorit pelanggan.
“Kebanyakan pelanggan datang karena sambalnya. Sambal cobek kami benar-benar pedas dan segar karena diulek langsung. Ciri rasanya ada di kencur dan bawang merah yang kuat, itu yang membedakan,” kata Aldi.
Selain sambal cobek, tersedia pula sambal dadak sebagai alternatif bagi konsumen yang menginginkan sensasi pedas yang lebih ringan. Namun, sambal cobek tetap menjadi menu yang paling banyak dipesan, terutama oleh pencinta makanan pedas.
Antusiasme pengunjung meningkat signifikan pada momen tertentu, salah satunya selama bulan Ramadan. Menurut Aldi, aktivitas restoran justru dimulai lebih awal dibanding hari biasa. Sejak sore hari, dapur sudah bersiap melayani lonjakan pesanan untuk berbuka puasa hingga makan malam.
“Di bulan Ramadhan, jam lima sore kami sudah mulai sibuk. Pengunjung datang silih berganti sampai malam,” ujarnya.
Melihat tren positif ini, manajemen Gurame Cobek Bu Ade tidak menutup kemungkinan untuk melakukan ekspansi ke lokasi lain. Namun, Aldi menegaskan bahwa rencana tersebut akan dilakukan secara selektif, dengan mempertimbangkan kesiapan lokasi dan konsistensi kualitas rasa.
“Kami ingin memastikan setiap cabang tetap menjaga standar rasa dan pelayanan. Itu yang paling utama,” tutupnya.
Dengan mengandalkan menu sederhana namun kuat dari sisi rasa, Gurame Cobek Bu Ade menjadi contoh bagaimana konsistensi kuliner tradisional dapat terus diminati di tengah persaingan industri makanan yang semakin ketat. (*)
| Pewarta | : Djarot Mediandoko |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |








