Arak Ogoh-ogoh Keliling Kampung

0
980

arakPerayaan Nyepi di Pura Dharma Marga Bangorejo


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANGOREJO – Ratusan warga melaksanakan arak-arakan ogoh-ogoh di Pura Dharma Marga, Dusun Sambirejo, Desa Sambilmulyo, Kecamatan Bangorejo, kemarin malam. Ogoh-ogoh tersebut diarak berkeliling kampung, sehingga menarik perhatian warga di sepanjang jalur yang dilalui. Tepat tengah malam, ogohogoh tersebut dibakar. Tokoh Pemuda Hindu Sambimulyo, Eko Prasetyo mengatakan, ogoh-ogoh Tawur Agung Kesanga digelar sebagai upacara penutup tahun menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1936.

“Upacara tersebut diisi doa bersama segenap umat Hindu di Banyuwangi,” katanya. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kecamatan Bangorejo, Wintoyo mengatakan, ogoh-ogoh yang tervisualisasikan dengan bhuta kala itu merupakan simbolisasi unsur jahat. “Unsur yang senantiasa menebarkan angkara murka di alam,” tuturnya. Upacara tersebut digelar juga sebagai upaya menetralisasi kondisi alam agar seimbang antara hal jahat dan hal baik. 

Hal itu supaya tercipta ketenangan dan ketenteraman umat dan negara. Sebelum upacara, umat Hindu lebih dulu menggelar upacara Melasti. Selanjutnya, mereka melakukan Catur Brata. Penyepian berisi amati geni atau tanpa api, amati karya berarti tidak bekerja, amati lelungan berarti tidak bepergian, dan amati lelaguan atau tidak bersuara. (radar)

Loading...

There were no listings found.

Kata kunci yang digunakan :