Banyuwangi, Jurnalnews.com – Pelaksanaan Praktik Arafah, Muzdalifah, dan Mina (ARMUSNA) yang digelar Ikatan Persaudaraan Haji Nahdlatul Ulama (IPHANU) berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 1 Februari 2026, berlokasi di Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, dan diikuti oleh 33 calon jamaah haji mandiri asal Kecamatan Wongsorejo.
Berbeda dari praktik manasik pada umumnya, ARMUSNA kali ini dikemas lebih realistis dan menyerupai kondisi ibadah haji di Tanah Suci. Para jamaah telah mengikuti teori sebanyak 10 kali pertemuan dan saat ini langsung menjalani praktik lapangan dengan berpindah lokasi sebagaimana rangkaian ibadah haji sesungguhnya.
Pembimbing calon jamaah, KH. Hayatul Ihsan, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Desa Bengkak, menegaskan bahwa konsep ARMUSNA kali ini dibuat lebih hidup dan aplikatif.
“Hari ini langsung praktik di lapangan, dan kita kemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jamaah diajak merasakan suasana yang sesungguhnya seperti di Mekkah, mulai dari Makkah, Arafah, Muzdalifah, Mina hingga Masjidil Haram, dengan tempat yang berbeda-beda,” jelas Kyai Hayat.
Sementara itu, KH. Ishaq Mawardi, pengasuh Pondok Al Falah Wongsorejo sekaligus Ketua Syuriah MWNU Kecamatan Wongsorejo, memberikan pesan spiritual dan moral kepada para jamaah.
“Jamaah harus menjaga kondisi fisik agar tetap kuat, harus sabar, dan tetap bersatu, kompak, tidak bercerai-berai. Berangkat bersama, jangan saling mendahului. Insyaallah akan selamat,” pesan Kyai Ishaq dengan penuh keteduhan.
Rangkaian kegiatan dimulai dari Masjid Baitun Naim Aseman sebagai maktab. Para jamaah mengenakan kain ihram, memakai minyak wangi, serta berniat haji sebagai tanda dimulainya rangkaian manasik.
Selanjutnya, jamaah bergerak menuju Arafah yang disimulasikan di Lapangan Bimorejo untuk melaksanakan wirid, dzikir, dan sholawat. Perjalanan dilanjutkan ke Muzdalifah di Masjid Baitussalam (Gus Manan) untuk praktik murror (melintas atau berhenti sejenak) sekaligus mengambil kerikil.
Kemudian jamaah menuju Mina di Pantai Bimorejo untuk praktik lontar jumrah yang dipandu ketua kelompok masing-masing. Sebagai penutup, jamaah diarahkan ke Masjid At Tayyibah As-Sahili Al-Bahiri untuk praktik thawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i dan Tahallul.
Dengan konsep praktik langsung, ARMUSNA IPHANU Wongsorejo tak hanya menjadi manasik biasa, tetapi menjadi simulasi ibadah haji yang sarat nilai spiritual, kebersamaan, dan kesiapan mental-fisik, sehingga para calon jamaah lebih siap menapaki perjalanan suci menuju Baitullah.
(Venus Hadi)








