sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Nelayan dari luar daerah yang selama ini beroperasi di kawasan perairan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai berangsur-angsur meninggalkan wilayah tersebut.
Pergerakan nelayan pendatang itu terlihat sejak Rabu (11/3) setelah adanya kesepakatan yang dihasilkan dalam forum paguyuban nelayan setempat yang meminta nelayan luar daerah kembali ke daerah asal masing-masing.
Keputusan tersebut diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran nelayan lokal terhadap kondisi perairan di kawasan Selat Bali yang dinilai sudah mengalami overfishing atau penangkapan ikan secara berlebihan.
Aparat dari Satpolairud Polresta Banyuwangi turut memantau perkembangan situasi di kawasan pesisir Muncar untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif.
Kanit Satpolairud Muncar, Wayan Wedana, mengatakan bahwa keputusan agar nelayan pendatang meninggalkan kawasan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama setelah digelar audiensi oleh paguyuban nelayan Muncar.
“Setelah nelayan Muncar menggelar audiensi, maka nelayan luar daerah yang berada di wilayah ini diminta meninggalkan lokasi untuk menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi perairan di kawasan Muncar saat ini sudah mengalami tekanan yang cukup tinggi akibat aktivitas penangkapan ikan yang semakin padat.
Hal tersebut membuat nelayan lokal merasa hasil tangkapan mereka semakin berkurang karena persaingan yang meningkat.
“Selain untuk menjaga kondusivitas, kondisi perairan Muncar juga dinilai sudah mengalami overfishing,” jelasnya.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, hingga kemarin sudah banyak nelayan pendatang yang memilih kembali ke daerah asal mereka.
Sebagian nelayan meninggalkan Muncar melalui jalur darat, sementara lainnya kembali melalui jalur laut menggunakan kapal masing-masing.
“Sudah banyak yang pulang. Jumlah nelayan pendatang sebelumnya diperkirakan mencapai ratusan bahkan mungkin lebih dari seribu orang,” kata Wayan.
Ia menjelaskan, banyaknya nelayan dari luar daerah yang datang ke Muncar dalam beberapa waktu terakhir dipicu kondisi cuaca di kawasan laut selatan Pulau Jawa.
Page 2
Pada musim angin barat, ombak di perairan selatan cenderung tinggi sehingga menyulitkan aktivitas melaut bagi nelayan yang berbasis di pesisir selatan.
Akibatnya, banyak nelayan dari wilayah tersebut memilih mencari ikan di kawasan perairan Selat Bali yang relatif lebih tenang, termasuk di sekitar Muncar.
“Fenomena ini memang biasa terjadi saat musim angin barat. Nelayan dari pantai selatan biasanya mencari daerah tangkapan alternatif di wilayah Muncar,” terangnya.
Namun meningkatnya jumlah nelayan yang beroperasi di wilayah tersebut membuat tekanan terhadap sumber daya ikan semakin besar.
Selain itu, situasi tersebut juga sempat memicu gesekan antara nelayan lokal dan nelayan pendatang.
Persaingan dalam mendapatkan hasil tangkapan kerap memicu ketegangan di lapangan, sehingga berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di kawasan pesisir.
“Dengan banyaknya nelayan pendatang, perairan Muncar menjadi semakin padat dan berpotensi menimbulkan konflik,” tambahnya.
Karena itu, aparat kepolisian bersama tokoh nelayan setempat terus melakukan pendekatan persuasif guna menjaga situasi tetap kondusif.
Satpolairud juga secara aktif memberikan imbauan kepada para pengambek atau pemilik kapal agar tidak lagi mendatangkan nelayan dari luar daerah untuk sementara waktu.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menstabilkan aktivitas penangkapan ikan di kawasan Muncar serta mencegah potensi konflik di tengah masyarakat nelayan.
“Kami terus memberikan imbauan kepada para pengambek agar tidak mendatangkan nelayan luar daerah. Tujuannya agar situasi tetap aman dan kondusif,” pungkas Wayan. (why/sgt)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Nelayan dari luar daerah yang selama ini beroperasi di kawasan perairan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai berangsur-angsur meninggalkan wilayah tersebut.
Pergerakan nelayan pendatang itu terlihat sejak Rabu (11/3) setelah adanya kesepakatan yang dihasilkan dalam forum paguyuban nelayan setempat yang meminta nelayan luar daerah kembali ke daerah asal masing-masing.
Keputusan tersebut diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran nelayan lokal terhadap kondisi perairan di kawasan Selat Bali yang dinilai sudah mengalami overfishing atau penangkapan ikan secara berlebihan.
Aparat dari Satpolairud Polresta Banyuwangi turut memantau perkembangan situasi di kawasan pesisir Muncar untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif.
Kanit Satpolairud Muncar, Wayan Wedana, mengatakan bahwa keputusan agar nelayan pendatang meninggalkan kawasan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama setelah digelar audiensi oleh paguyuban nelayan Muncar.
“Setelah nelayan Muncar menggelar audiensi, maka nelayan luar daerah yang berada di wilayah ini diminta meninggalkan lokasi untuk menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi perairan di kawasan Muncar saat ini sudah mengalami tekanan yang cukup tinggi akibat aktivitas penangkapan ikan yang semakin padat.
Hal tersebut membuat nelayan lokal merasa hasil tangkapan mereka semakin berkurang karena persaingan yang meningkat.
“Selain untuk menjaga kondusivitas, kondisi perairan Muncar juga dinilai sudah mengalami overfishing,” jelasnya.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, hingga kemarin sudah banyak nelayan pendatang yang memilih kembali ke daerah asal mereka.
Sebagian nelayan meninggalkan Muncar melalui jalur darat, sementara lainnya kembali melalui jalur laut menggunakan kapal masing-masing.
“Sudah banyak yang pulang. Jumlah nelayan pendatang sebelumnya diperkirakan mencapai ratusan bahkan mungkin lebih dari seribu orang,” kata Wayan.
Ia menjelaskan, banyaknya nelayan dari luar daerah yang datang ke Muncar dalam beberapa waktu terakhir dipicu kondisi cuaca di kawasan laut selatan Pulau Jawa.








