Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Aset PCNU Banyak yang Belum Kembali, PBNU Tunjuk Ayung Jadi Kepala Staf Sekretariat, Ini Tugas Khusus yang Diberikan Kepadanya

aset-pcnu-banyak-yang-belum-kembali,-pbnu-tunjuk-ayung-jadi-kepala-staf-sekretariat,-ini-tugas-khusus-yang-diberikan-kepadanya
Aset PCNU Banyak yang Belum Kembali, PBNU Tunjuk Ayung Jadi Kepala Staf Sekretariat, Ini Tugas Khusus yang Diberikan Kepadanya
Daftarkan email Anda untuk Berlangganan berita dikirim langsung ke mailbox Anda

Radarbanyuwangi.id – Selain menunjuk pengurus dan anggota karteker, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga menetapkan kepala staf sekretariat.

Untuk posisi ini, PBNU telah menunjuk Barur Rohim alias Ayung Notonegoro sebagai pimpinannya.  

Ayung sangat pas menempati posisi tersebut.

Selain merupakan aktivis NU yang kenyang pengalaman berorganisasi, Ayung juga merupakanFounder Komunitas Pegon Banyuwangi.

Ayung juga dikenal dekat dengan kalangan nahdliyin maupun kader-kader NU, terutama IPNU/IPPNU.   

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Banyuwangi, Ayung membenarkan mendapat amanah baru sebagai kepala staf sekretariat PCNU Banyuwangi.

Surat keputusan tersebut ditandatangani oleh Ketua Karteker PCNU Banyuwangi Choirul Sholeh Rasyid dan sekretarisnya, Sidrotun Naim.

”Memang benar, saya telah diberi tanggung jawab sebagai kepala staf sekretariat PCNU. Begitu SK turun, saya akan konsolidasi dan silaturahmi dengan MWCNU,” kata Ayung.

Dikatakan Ayung, pengurus karteker PCNU Banyuwangi terus melakukan konsolidasi untuk menyiapkan konferensi cabang dalam tiga bulan ke depan.

Baca Juga: Begini Kronologi PCNU Banyuwangi Kirim Surat Permohonan Konfercab hingga Terbitnya SK Karteker

Pengurus dan anggota karteker langsung menempati kantor PCNU yang beralamat di Jalan A. Yani Nomor 59 Banyuwangi. ”Kami juga sedang mendata aset-aset kantor PCNU,” imbuhnya.

Sementara itu, sejak ditinggal pengurus lama, aset-aset milik PCNU banyak yang tidak ada di tempat.  Hanya peralatan mebeler dan sound system yang ditinggal.

Aset-aset lain seperti kendaraan belum ada di kantor PCNU. Aset tersebut antara lain peralatan digital NU Online, tiga kendaraan operasional seperti Hiace, L-300 alias elsapek, dan Suzuki APV.

”Dalam waktu dekat, kita akan kirim surat kepada pengurus lama terkait aset-aset tersebut,” kata Ayung.


Page 2

Aset PCNU Banyak yang Belum Kembali, PBNU Tunjuk Ayung Jadi Kepala Staf Sekretariat, Ini Tugas Khusus yang Diberikan Kepadanya

Rabu, 20 Maret 2024 | 09:08 WIB


Page 3

Seperti diketahui, kepengurusan PCNU Banyuwangi di bawah KH Ali Makki Zaini tidak diperpanjang lagi sejak 3 Januari 2024 lalu.

Berhubung tidak ada lagi perpanjangan, kepengurusan PCNU Banyuwangi dilakukan dengan penunjukan karteker.

Minggu lalu (17/3), PBNU secara resmi mengumumkan kepada publik kepengurusan karteker PCNU Kabupaten Banyuwangi. Hal itu tertuang pada SK PBNU Nomor 311/PB.01/A.II.01.45/99/03/2024.

Surat tertanggal 28 Syakban 1445/9 Maret 2024 itu menetapkan KH Athoillah Sholahuddin Anwar dan KH Abdul Latif Malik sebagai Rais Syuriyah dan Katib Syuriyah. Sedangkan Ketua Tanfidziyah dan Sekretaris dijabat oleh H Choirul Sholeh Rasyid dan Sidrotun Naim.

Ada tujuh nama dari Banyuwangi yang masuk dalam anggota kepengurusan.

Mereka adalah Ayum Dja’far Azis, Anwar Rofiq, Ahmad Shodiq, Moh. Karyono, Fata Zamroni, Mahbub Junaidi, dan Habib Sirojul Munir. Selebihnya tujuh nama dari PBNU.

Ketua Karteker PCNU Banyuwangi Choirul Sholeh Rasyid menjelaskan, pengambilan keputusan mengkarteker PCNU Banyuwangi untuk kembali menjalankan roda organisasi.

”Sebelumnya, sejak 5 Juli 2023, PCNU Banyuwangi 2018–2023 telah habis masa khidmatnya. Namun, dalam perjalanannya, tidak bisa dilakukan konferensi cabang,” kata dia.

Baca Juga: PCNU Banyuwangi Demisioner Sebut Terbitnya SK Karteker Cacat Prosedur, Ini Alasannya

Sementara itu, keputusan PBNU terkait penunjukan karteker PCNU Banyuwangi tampaknya berbuntut.

Sejumlah pihak merasa tidak senang dengan keputusan yang ditandatangani langsung Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Rais ’Aam PBNU KH Miftachul Akhyar tersebut.

Kelompok kontra SK Karteker PCNU Banyuwangi ini bahkan mulai menggalang aksi penolakan.

Mereka menyebar ajakan kepada warga nahdliyin melalui media sosial dan pesan grup WhatsApp.

Kelompok yang menamakan diri Gerakan Nahdliyin Banyuwangi Bersatu tersebut menyerukan aksi melawan kezaliman PBNU.

”Cabut SK Karteker PCNU Banyuwangi yang Cacat Hukum,” tulis edaran yang dibagikan di sejumlah grup WA ranting maupun MWCNU di Banyuwangi.