sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proses revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark (UGG) kini memasuki fase krusial.
Waktu pelaksanaan yang kian dekat membuat Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi berpacu menyelesaikan sejumlah catatan dari asesor UNESCO agar status geopark dunia tersebut dapat dipertahankan.
Ketua Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso, Tantri Raras Ayuningtyas, memastikan bahwa dokumen utama dan data pendukung yang dibutuhkan dalam proses revalidasi telah diserahkan kepada Bappenas sejak dua pekan lalu.
“Kami sudah memasukkan dokumen sejak dua minggu lalu. Namun memang masih ada beberapa hal yang harus direvisi sesuai masukan asesor,” ujar Tantri, Selasa (2/2/2026).
Koordinasi Dua Kabupaten Jadi Tantangan
Tantri menjelaskan, proses penyusunan dokumen revalidasi melibatkan dua daerah sekaligus, yakni Bondowoso dan Banyuwangi.
Kondisi ini membuat koordinasi memerlukan waktu lebih panjang, terutama dalam menyatukan data lintas sektor dan lintas wilayah.
“Karena ini dikerjakan dua kabupaten, tentu butuh sinkronisasi yang matang. Tapi secara umum, progresnya sudah sesuai jalur,” jelasnya.
Salah satu poin utama dalam revalidasi adalah laporan perjalanan dan pengelolaan Ijen UGG selama empat tahun terakhir, sejak penetapan status geopark dunia oleh UNESCO.
“Kami harus menunjukkan apa saja yang sudah dilakukan selama empat tahun terakhir, sekaligus membuktikan bahwa rekomendasi asesor sebelumnya benar-benar ditindaklanjuti,” imbuh Tantri.
Lima Rekomendasi Asesor Diklaim Sudah Dipenuhi
Tantri mengungkapkan, pada proses evaluasi sebelumnya, asesor UNESCO memberikan lima rekomendasi utama yang harus dipenuhi pengelola Ijen UGG.
Hingga kini, seluruh rekomendasi tersebut diklaim telah dilaksanakan secara bertahap.
Lima rekomendasi tersebut meliputi:
- Pemberdayaan masyarakat sekitar situs geopark,
- Larangan penjualan belerang,
- Perlindungan kawasan,
- Penguatan konektivitas antar situs geopark,
- Penambahan dan penegasan deliniasi kawasan.
“Semua rekomendasi itu kami penuhi satu per satu. Bahkan beberapa program sudah berjalan dan berdampak langsung ke masyarakat,” tegas Tantri.
Fokus Edukasi, 500 Lembaga Sudah Disentuh
Dalam dua tahun terakhir, pengelola Ijen Geopark juga memfokuskan perhatian pada sektor pendidikan.
Page 2
Edukasi dilakukan dengan mengintegrasikan materi geopark ke dalam pembelajaran, tanpa mengubah kurikulum nasional.
“Kami tidak mengubah kurikulum, hanya mengintegrasikan nilai-nilai geopark ke dalam materi ajar. Saat ini sudah sekitar 500 lembaga pendidikan yang kami edukasi tentang Ijen Geopark,” terangnya.
Langkah ini dinilai penting untuk menanamkan kesadaran konservasi sejak dini, sekaligus memastikan keberlanjutan geopark tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata.
DPRD Bondowoso Optimistis Meski Anggaran Efisien
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono, menegaskan bahwa dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) terus diperkuat.
Tercatat ada 16 OPD pengampu yang dilibatkan langsung dalam proses revalidasi.
“Seluruh OPD diminta terlibat sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Ini kerja kolektif, bukan hanya satu instansi,” kata Sutriyono.
Ia juga menyampaikan optimisme meski proses revalidasi berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Kami optimistis bisa melewati masa kritis efisiensi anggaran ini. Justru ini menjadi ujian kesiapan kita menghadapi revalidasi,” tandasnya.
Tujuan Revalidasi dan Dampaknya bagi Daerah
Revalidasi UNESCO Global Geopark dilakukan setiap empat tahun sekali untuk memastikan kawasan geopark tetap memenuhi standar internasional.
Tujuannya tidak hanya mempertahankan status, tetapi juga menjamin pengelolaan kawasan berjalan berkelanjutan dari aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Jika revalidasi berhasil dan Ijen UGG kembali memperoleh kartu hijau, dampaknya sangat signifikan bagi Bondowoso dan Banyuwangi.
Status geopark dunia akan meningkatkan daya tarik wisata internasional, membuka peluang investasi, memperluas jejaring global, serta memperkuat posisi daerah dalam pembangunan berbasis lingkungan.
Sebaliknya, kegagalan memenuhi rekomendasi asesor berpotensi membuat status geopark diturunkan, yang bisa berdampak pada citra pariwisata dan kepercayaan internasional.
Dengan waktu yang kian mepet, Bondowoso dan Banyuwangi kini berpacu memastikan seluruh catatan asesor benar-benar tuntas, demi menjaga Ijen UNESCO Global Geopark tetap diakui dunia. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proses revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark (UGG) kini memasuki fase krusial.
Waktu pelaksanaan yang kian dekat membuat Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi berpacu menyelesaikan sejumlah catatan dari asesor UNESCO agar status geopark dunia tersebut dapat dipertahankan.
Ketua Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso, Tantri Raras Ayuningtyas, memastikan bahwa dokumen utama dan data pendukung yang dibutuhkan dalam proses revalidasi telah diserahkan kepada Bappenas sejak dua pekan lalu.
“Kami sudah memasukkan dokumen sejak dua minggu lalu. Namun memang masih ada beberapa hal yang harus direvisi sesuai masukan asesor,” ujar Tantri, Selasa (2/2/2026).
Koordinasi Dua Kabupaten Jadi Tantangan
Tantri menjelaskan, proses penyusunan dokumen revalidasi melibatkan dua daerah sekaligus, yakni Bondowoso dan Banyuwangi.
Kondisi ini membuat koordinasi memerlukan waktu lebih panjang, terutama dalam menyatukan data lintas sektor dan lintas wilayah.
“Karena ini dikerjakan dua kabupaten, tentu butuh sinkronisasi yang matang. Tapi secara umum, progresnya sudah sesuai jalur,” jelasnya.
Salah satu poin utama dalam revalidasi adalah laporan perjalanan dan pengelolaan Ijen UGG selama empat tahun terakhir, sejak penetapan status geopark dunia oleh UNESCO.
“Kami harus menunjukkan apa saja yang sudah dilakukan selama empat tahun terakhir, sekaligus membuktikan bahwa rekomendasi asesor sebelumnya benar-benar ditindaklanjuti,” imbuh Tantri.
Lima Rekomendasi Asesor Diklaim Sudah Dipenuhi
Tantri mengungkapkan, pada proses evaluasi sebelumnya, asesor UNESCO memberikan lima rekomendasi utama yang harus dipenuhi pengelola Ijen UGG.
Hingga kini, seluruh rekomendasi tersebut diklaim telah dilaksanakan secara bertahap.
Lima rekomendasi tersebut meliputi:
- Pemberdayaan masyarakat sekitar situs geopark,
- Larangan penjualan belerang,
- Perlindungan kawasan,
- Penguatan konektivitas antar situs geopark,
- Penambahan dan penegasan deliniasi kawasan.
“Semua rekomendasi itu kami penuhi satu per satu. Bahkan beberapa program sudah berjalan dan berdampak langsung ke masyarakat,” tegas Tantri.
Fokus Edukasi, 500 Lembaga Sudah Disentuh
Dalam dua tahun terakhir, pengelola Ijen Geopark juga memfokuskan perhatian pada sektor pendidikan.







