Bahasa Osing Terancam Punah

0
778

BANYUWANGI – Perkembangan peningkatan wisata Banyuwangi serta gencarnya promosi budaya Banyuwangi tidak serta merta membuat nasib Bahasa Osing terangkat. Bahasa asli suku Osing itu justru berbanding terbalik dengan laris manisnya lagu berbahasa Osing. Setidaknya, fakta inilah yang dikhawatirkan beberapa pemerhati budaya dan pemerhati bahasa Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Menurut beberapa kalangan, bisa dibilang keberadaan Bahasa Osing di Banyuwangi mengalami sebuah paradoks. Artinya, di tengah gencarnya promosi pariwisata Banyuwangi melalui festival dan ornamen khas Banyuwangi, ada satu hal yang masih sedikit terabaikan. Yakni Bahasa Osing sebagai penyokong sebuah keberadaan budaya. hal itu disampaikan Hasan, salah satu budayawan Banyuwangi di sela-sela pelatihan penulisan cerpen Osing di kampus Untag Banyuwangi, Sabtu (8/12) lalu.

Loading...

Hasan yang juga PNS di SMPN 1 Banyuwangi mengatakan, bahwa penerapan Bahasa Osing di dunia pendidikan kurang maksimal. Selain jam pelajaran yang sangat sedikit, salah satunya disebabkan keberadaan guru. Guru yang selama ini mengajar Bahasa Osing bukan penutur asli dan juga tidak berlatar pendidikan bahasa Osing.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Baritan Takir Sewu, Tradisi Petani Banyuwangi Minta Hujan