Bangun Inspirasi Siswa Lewat B-Fest

  • Bagikan

bangun-inspirasiBANYUWANGI – Perhelatan Banyuwangi Festival (B-Fest) berhasil mengangkat pamor Banyuwangi di tingkat nasional dan internasional.

Selain sebagai tontonan dan media promosi daerah, ada tujuan lain yang ingin tercapai melalui ajang tahunan yang mengombinasikan seni budaya, olahraga, dan berbagai potensi media pembelajaran bagi kalangan siswa itu.

Bupati Abdullah Azwar Anas dalam pertemuan dengan para kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan pada Rabu (1/4) itu mengungkapkan, selama ini penyelenggaraan B-Fest banyak melibatkan masyarakat, termasuk siswa.

Karena itu, B-Fest harus dimaknai sebagai bagian dari pembelajaran siswa. “Anak-anak bisa menambah wawasan tentang banyak hal yang tidak ditemui di sekolah,” ujar Bupati Anas. Anas menegaskan, B-Fest bukan sekadar hura-hura.

Kegiatan itu merupakan bagian dari edukasi siswa. Dia mencontohkan, penunjukan air show yang bakal dihelat pada Rangkaian B-Fest tahun ini. “Pada pelaksanaan airs Show akan banyak pesawat latih melakukan atraksi di udara.

ltu bisa menjadi rangsangan anak agar bercita-cita menjadi pilot. Kalau anak sudah termotivasi, dengan sendirinya anak akan belajar dengan sungguh- sungguh.” kata dia. Kepada para kepala UPTD Pendidikan tersebut, Bupati Anas meminta semua anak didik yang dilibatkan dalam setiap even diberi pemahaman tentang even tersebut.

Dengan demikian, siswa mengetahui tujuan dan manfaat diadakannya even itu. Misalnya kegiatan toilet bersih. Kegiatan itu memotivasi anak agar menjaga kebersihan lingkungan. Demikian halnya dengan even Banyuwangi Ethno carnival (BEC) yang setiap tahun bertema budaya Banyuwangi.

Selain membutuhkan kreativitas, anak-anak akan mendapat pengetahuan tentang seni dan budaya daerah. “Saza minta para kepala UPTD cepat tanggap. Sebelum melibatkan anak-anak dalam even, mereka harus diberi edukasi yang detail tentang makna dan capaian yang akan didapat,” beber mantana anggota DPR RI itu.

pemahaman secara detail, lanjut Anas, perlu dilakukan agar tidak sekadar memobilisasi anak-ank datang ke tempat kegiatan. Tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan sejak dini, sehingga saat datang ke lokasi, anak-anak sudah mengenal.

Anas menambahkan, B-Fest bisa juga dimaknai sebagai ajang konsolidasi, proses produksi dan kreativitas lintas sektoral. Sebab, even tidak bisa berdiri sendiri. Keterlibatan semua pihak menjadi kunci keberhasilan dalam membesarkan nama Banyuwangi.

Selain B-Fest, di tahun 2015 ini Banyuwangi juga akan menjadi tuan rumah berbagai even tingkat provinsi dan nasional. Salah satunya, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim V Tahun 2015. Ajang Porprov tersebut akan digelar juni mendatang. Anak-anak bisa belajar tentang sportivitas dalam berkompetisi. Anak-anak juga dapat motivasi agar berprestasi,” pungkasnya (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: