Banyak Pramuwisata tak Berlisensi

0
271

BANYUWANGI – Pemkab akan menggelar pelatihan pramuwisata muda. Pelatihan itu di gelar untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata setahun terakhir ini. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Suprayogi menjelaskan, saat ini pramuwisata yang ada di Bumi Blambangan kurang memadai.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sebagian besar pramuwisata tidak memiliki lisensi dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Suparyogi menambahkan, wisatawan asing yang datang ke Banyuwangi, sebagian besar menggunakan pramuwisata dari luar daerah. Sedangkan pramuwisata lokal tidak bisa berbuat banyak, karena mereka tidak memiliki lisensi dari HPI.

Untuk mendukung program pariwisata, Disbudpar akan menggelar pelatihan pramuwisata muda. “Pelatihan akan dilaksanakan pada 22 hingga 25 Oktober 2012,” katanya. Pelatihan pramuwisata muda itu, lanjut dia, akan dipandu langsung HPI Jatim. Yang lolos dalam pelatihan itu, HPI akan memberikan lisensi sebagai pramuwisata profesional.

Pada angkatan pertama ini, Disbudpar membatasi kuota sebanyak 40 orang. Meski dibatasi kuota, namun jumlah pendaftar tidak dibatasi. Pihaknya akan menerima pen daftaran yang masuk. Dari jumlah pendaftar, pihaknya akan melakukan seleksi kepada pendaftar yang masuk. “Peserta pelatihan dibatasi 40 orang,” tegasnya.

Sebelumnya, mengikuti pendidikan, pendaftar akan di seleksi terlebih dahulu. Pendaftar yang lolos seleksi itulah yang akan diikutkan pelatihan. “Seleksi akan dilakukan HPI. Seleksi ketat diberlakukan, karena setelah pendidikan mereka akan diberi lisensi,” katanya.

Jika Banyuwangi sudah memiliki pramuwisata yang memadai, diharapkan wisatawan asing menggunakan pramuwisata lokal. “Kita akan mempromosikan mereka kepada wisatawan asing untuk menggunakan jasa pramuwisata lokal,” tambahnya. (radar)

Loading...