Banyuwangi Beri Training Bedo 100 Pelaku IKM

0
418
Ny. Ipuk Festiandani Azwar Anas menerima kunjungan Ketua Dekranasda Rembang Nasiroh Abdul Hafidz, di pendapa Sabha Swagata Blambangan, kemarin (19/9).

Industri kerajinan yang berkembang pesat di Banyuwangi menarik animo Dewan Kerajinan
Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, untuk belajar ke kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini. Mereka datang ke Banyuwangi untuk belajar lebih dalam kepada Dekranasda Banyuwangi dalam membina industri kerajinan daerah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

ROMBONGAN asal Rembang tersebut dipimpin langsung Ketua Dekranasda, Ny. Nasiroh Abdul Hafidz. Banyuwangi dipilih sebagai jujugan studi Dekranasda setempat dinilai berhasil melaksanakan peran memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan industri kerajinan.

“Karena itulah kami sengaja datang ke Banyuwangi untuk menimba ilmu dan berguru kepada Dekranasda Banyuwangi, bagaimana cara-cara mengembangkan industri  kerajinan di daerah agar diminati masyarakat luas,” ujar Nasiroh saat berada pendapa Sabha Swagata Blambangan, kemarin (19/9).

Menurut Nasiroh, pertumbuhan dan perkembangan industri kreatif akan menimbulkan multiplier effect yang sangat luas, terutama berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, Nasiroh juga kagum dengan komitmen Pemkab Banyuwangi yang mendukung semua program Dekranasda.

“Kalau saya lihat saat mengunjungi Banyuwangi keterlibatan pemerintah dalam mendukung pelaku kerajinan sangat tinggi. Pemerintah selalu memberikan ruang, dorongan untuk memajukan pengrajin.

Sementara  di Rembang masih belum. Itu juga salah satu yang ingin kami  bawa pulang sebagai program  Dekranasda nanti,” kata dia ditemani Wakil Ketua Dekranasda, Ny. Vivit Andriyanto.

Ketua Dekranasda Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Fiestiandany Azwar Anas, menyambut hangat kunjungan Nasiroh Hafidz. Bahkan dengan rendah hati, Ny. Dhani Azwar Anas juga ingin balik belajar kepada Rembang.

“Kunjungan ini,  bisa kita jadikan ajang sharing ilmu dalam membangun daerah lewat Dekranasda. Tentu masing-masing daerah punya potensi yang bisa menjadi andalan, karena itu kami juga terus berinovasi mencari celah  bagaimana mendorong masyarakat tumbuh perekonomiannya,” tuturnya.

Ada beberapa hal yang telah dilakukan Dekranasda untuk mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di  Banyuwangi maju. Di antaranya memberikan training Business Export Development Organization (Bedo) kepada  100 pelaku IKM dan UMKM.

“Training ini merupakan strategi pemerintah dan Dekranasda untuk mendorong pelaku IKM  dan UMKM bangkit menjadi  lebih profesional,” pungkasnya. (radar)

Loading...