Banyuwangi, Jurnalnews.com – Komitmen Camat Wongsorejo, Mohammad Mahfud, dalam membangun wajah baru wilayah Wongsorejo kembali ditunjukkan melalui aksi nyata. Bersama perangkat Desa Wongsorejo dan staf Kecamatan, Mahfud memimpin langsung kegiatan Jumat Bersih di kawasan jembatan Bengkalingan, yang menjadi batas wilayah desa dan kecamatan, Jumat pagi (6/2/2026).
Dengan turun langsung ke lapangan, Mahfud menunjukkan gaya kepemimpinan yang progresif, responsif, dan memberi teladan, bukan sekadar instruksi dari balik meja. Aksi kolaboratif ini menjadi simbol kuat sinergi lintas institusi dalam membangun lingkungan yang bersih, tertib, dan berwibawa sebagai wajah pintu gerbang Banyuwangi bagian utara.
Dalam keterangannya, Camat Mahfud menegaskan bahwa kebersihan wilayah Wongsorejo merupakan perhatian serius pemerintah daerah, sejalan dengan arahan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
“Bupati Ipuk memberikan atensi khusus, karena Wongsorejo adalah pintu gerbang Banyuwangi. Wilayah ini harus bersih dari sampah, bangunan liar, dan kesan kumuh. Ini soal citra daerah dan martabat wilayah,” tegas Mahfud.
Kegiatan tersebut menyasar tumpukan sampah rumah tangga di sekitar jembatan Bengkalingan, yang selama ini menjadi titik rawan pembuangan liar. Aksi ini sekaligus menjadi langkah konkret Mahfud dalam mewujudkan visi ‘Wongsorejo Naik Kelas’, baik dari sisi lingkungan, tata kelola, maupun kesadaran sosial masyarakat.
Tak berhenti pada aksi bersih-bersih, Mahfud juga mendorong langkah strategis berkelanjutan. Ia menyampaikan gagasan pemasangan CCTV di titik rawan pembuangan sampah, pemasangan papan larangan, hingga penindakan sosial berbasis edukasi.
“Saran dari Asisten Pemerintahan, Pak Bram, pemasangan CCTV bisa menjadi solusi. Jika ada pelanggaran, rekamannya bisa dipublikasikan sebagai efek jera. Ini bukan soal mempermalukan, tapi membangun kesadaran bersama. Tidak hanya di sini, tapi di titik-titik rawan lainnya, khususnya sepanjang jalan raya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Wongsorejo, Abdul Bakar, menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan yang dipimpin Camat Mahfud.
“Draft peraturan desa tentang pengelolaan sampah sudah kami susun bersama BPD dan tinggal pengesahan. Kami sejalan dengan komitmen Pak Camat. Jika program dari kabupaten dinilai efektif, tentu akan kami laksanakan,” ujarnya.
Kegiatan Jumat Bersih ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi simbol perubahan budaya kerja pemerintahan: kolaboratif, turun ke lapangan, dan berorientasi pelayanan publik. Di bawah kepemimpinan Mohammad Mahfud, Wongsorejo tak hanya dibersihkan secara fisik, tetapi juga sedang dibangun secara sistem, karakter, dan masa depan wilayahnya. (Venus Hadi)








