Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

BLH Tegur CV Pasific Harvest

Karena Belum Miliki IPAL

MUNCAR – Tidak semua pa brik pengalengan ikan berskala besar di Muncar memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Yang paling mengejutkan adalah CV. Pasifiblhc Harvest. Pabrik yang mengekspor sarden tersebut ternyata masih belum memiliki IPAL. Padahal, pabrik tersebut merupakan satu-satunya yang dikunjungi Ketua Umum Golkar, Abu Rizal Bakrie (ARB), Juli lalu. Berarti, saat kunjungan ARB tersebut, pabrik tersebut belum memiliki IPAL.

Selain itu, seorang menteri juga pernah mengunjungi pabrik tersebut. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuwangi, Khusnul Khotimah menegaskan, Pasivic Harvest memang belum memiliki IPAL. ‘CV. Pasifi c yang  ikunjungi Pak Menteri waktu itu tidak punya IPAL,’’ bebernya kemarin. Dia menyebut, Pasifi c Harvest mempunyai tiga pabrik. Hanya satu pabrik yang paling barat yang sudah memiliki IPAL.

‘’Satu pabrik tidak punya IPAL, dan satu pabrik lagi masih proses,” jelentreh Khusnul kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Mengenai temuan itu, pihaknya mendesak agar pabrik tersebut segera membangun IPAL. Sebab, IPAL Terpadu dipastikan tidak mungkin dibangun dalam waktu dekat. ‘’Sudah kita tegur. Karena IPAL Sudah menjadi kewajiban setiap pabrik,” serunya.

Selain Pasifi c Harvest, sejumlah pabrik yang belum memiliki IPAL, antara lain Unggul, Sinar Tratas, dan Air Buana. ‘’Tapi, pabrik-pabrik yang kecil sudah tidak produksi,” terangnya. Dia juga merilis bahwa ada beberapa pabrik yang sudah memiliki IPAL, antara lain PT. Maya, PT. Blambangan Raya, PT. Sumberyala Samudra, PT. Avila Prima, PT. Internasional, PT.Visindo, dan PT. Sumber Asia. ‘’Yang punya IPAL harus terus berjalan, jangan sampai berhenti,” imbaunya. (radar)