Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Cekcok Kakak Beradik Berujung Bacokan di Glenmore Banyuwangi, Adik Kritis Dirawat di RS

cekcok-kakak-beradik-berujung-bacokan-di-glenmore-banyuwangi,-adik-kritis-dirawat-di-rs
Cekcok Kakak Beradik Berujung Bacokan di Glenmore Banyuwangi, Adik Kritis Dirawat di RS

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Cekcok antar dua bersaudara yang berujung pembacokan terjadi di Dusun Salamrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

Akibatnya, sang adik menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sedangkan sang kakak harus berususan dengan aparat kepolisian.

Perselisihan itu melibatkan Supri, 47, dan adik kandungnya sendiri, yaitu Sutris, 45. Pasca kejadian, Supri diamankan aparat Polsek Glenmore, Jumat (9/1).

Kapolsek Glenmore, AKP Budi Hermawan menjelaskan, kronologi kejadian tersebut bermula dari cekcok antara kedua saudara sedarah itu.

“Awalnya yang bersangkutan cekcok. Korban (Sutris) tiba-tiba mendatangi rumah tersangka sembari marah-marah,” ungkapnya.

Budi menyebut, Sutris datang dan lantas menendang pintu kamar tempat Supri tidur. Ia berteriak mengatakan kalimat tantangan kepada Supri.

“Korban meneriakkan “tangio pret ojo gedi cangkeme, nek wani metuo” (bangun, jangan banyak ngomong, keluar kalau berani),” ujar Budi menirukan kalimat yang dilontarkan Sutris.

Mendengar perkataan tersebut, Supri yang geram karena dikagetkan saat sedang tidur keluar kamar dan mengambil sebilah celurit miliknya.

“Tersangka langsung mencekik leher korban. Ia kemudian mengayunkan celuritnya ke leher korban sehingga korban terjatuh,” tuturnya.

Budi menambahkan, nyawa Sutris masih terselamatkan setelah mendapat bantuan dari warga. Ia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

“Tidak sampai meninggal dunia. Korban masih selamat. Kemungkinan lukanya tidak terlalu parah. Namun sampai sekarang (kemarin) masih dirawat di rumah sakit,” tuturnya.

Mendapat informasi kejadian tersebut, jajaran Unit Reskrim Polsek Glenmore langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Barang bukti sebilah celurit dan tersangka juga langsung kami amankan di kediamannya tanpa perlawanan,” ujarnya.

Budi mengaku penyidiknya tengah bekerja mengorek keterangan pelaku guna mendalami motif perselisihan tersebut.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Cekcok antar dua bersaudara yang berujung pembacokan terjadi di Dusun Salamrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

Akibatnya, sang adik menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sedangkan sang kakak harus berususan dengan aparat kepolisian.

Perselisihan itu melibatkan Supri, 47, dan adik kandungnya sendiri, yaitu Sutris, 45. Pasca kejadian, Supri diamankan aparat Polsek Glenmore, Jumat (9/1).

Kapolsek Glenmore, AKP Budi Hermawan menjelaskan, kronologi kejadian tersebut bermula dari cekcok antara kedua saudara sedarah itu.

“Awalnya yang bersangkutan cekcok. Korban (Sutris) tiba-tiba mendatangi rumah tersangka sembari marah-marah,” ungkapnya.

Budi menyebut, Sutris datang dan lantas menendang pintu kamar tempat Supri tidur. Ia berteriak mengatakan kalimat tantangan kepada Supri.

“Korban meneriakkan “tangio pret ojo gedi cangkeme, nek wani metuo” (bangun, jangan banyak ngomong, keluar kalau berani),” ujar Budi menirukan kalimat yang dilontarkan Sutris.

Mendengar perkataan tersebut, Supri yang geram karena dikagetkan saat sedang tidur keluar kamar dan mengambil sebilah celurit miliknya.

“Tersangka langsung mencekik leher korban. Ia kemudian mengayunkan celuritnya ke leher korban sehingga korban terjatuh,” tuturnya.

Budi menambahkan, nyawa Sutris masih terselamatkan setelah mendapat bantuan dari warga. Ia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

“Tidak sampai meninggal dunia. Korban masih selamat. Kemungkinan lukanya tidak terlalu parah. Namun sampai sekarang (kemarin) masih dirawat di rumah sakit,” tuturnya.

Mendapat informasi kejadian tersebut, jajaran Unit Reskrim Polsek Glenmore langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Barang bukti sebilah celurit dan tersangka juga langsung kami amankan di kediamannya tanpa perlawanan,” ujarnya.

Budi mengaku penyidiknya tengah bekerja mengorek keterangan pelaku guna mendalami motif perselisihan tersebut.