sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banyuwangi lama, KBP Dr. Rama Samtama Putra, SIK., M.Si., MH, menyampaikan pamitan sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Banyuwangi.
Pamitan tersebut disampaikan melalui pesan tertulis yang dibagikan di grup WhatsApp Forum Diskusi Dua Benua (FD2B), menjelang dirinya menjalankan amanah baru sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua.
Dalam pesannya, Rama mengawali dengan salam dan ungkapan hormat kepada seluruh anggota grup.
Ia menegaskan bahwa pesan tersebut menjadi komentar pertama sekaligus terakhirnya di dalam grup diskusi tersebut selama bertugas di Banyuwangi.
“Ijinkan saya selaku Kapolresta Banyuwangi lama atas nama pribadi dan keluarga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ibu semua orang-orang hebat yang ada dalam WAG atas dukungan dan support kepada Polresta Banyuwangi selama kurang lebih 15 bulan bersama-sama menjaga kondusivitas Banyuwangi,” tulis Rama.
Selama sekitar 15 bulan menjabat, Rama mengakui bahwa banyak dinamika yang terjadi di Banyuwangi.
Ia juga menyebut diskusi-diskusi yang berkembang di grup FD2B menjadi salah satu bahan evaluasi dan perhatian pihak kepolisian.
“Cukup banyak dinamika dalam diskusi WAG ini yang kami amati, cermati, dan kami monitor serta tindak lanjuti,” ungkapnya.
Dalam suasana pamitan tersebut, Rama juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Ia mengaku menyadari bahwa selama memimpin Polresta Banyuwangi, tidak luput dari kekhilafan, baik dalam tutur kata, sikap, maupun kebijakan yang mungkin kurang berkenan.
“Dari lubuk hati paling dalam kami mohon maaf jika ada khilaf kesalahan tutur kata maupun perbuatan serta hal-hal kurang berkenan atas kepemimpinan kami selama menjabat Kapolresta Banyuwangi,” tulisnya.
Rama kemudian menyatakan secara resmi undur diri dari forum tersebut, sekaligus memohon doa restu agar dapat menjalankan tugas dan amanah baru di wilayah penugasan selanjutnya.
“Selanjutnya kami undur diri, mohon doa restu Bapak Ibu semua untuk menjalankan amanah di tempat tugas yang baru,” lanjutnya.
Dalam pesan tersebut, Rama juga menyampaikan refleksi mendalam mengenai makna jabatan dan pengabdian.
Page 2
Ia menegaskan bahwa setiap jabatan adalah amanah yang bersifat sementara, namun pengabdian harus meninggalkan kesan dan manfaat.
“Tiap jabatan adalah amanah yang sifatnya hanya sementara. Harapan kami, 15 bulan pengabdian di Banyuwangi tidak hanya sekadar menjadi torehan catatan dalam perjalanan hidup dan berdinas kami semata,” ungkapnya.
Lebih dari itu, Rama berharap masa tugasnya di Banyuwangi dapat dikenang dengan baik oleh masyarakat maupun jajaran kepolisian yang pernah bekerja bersamanya.
“Lebih dari itu, semoga bisa dikenang baik oleh masyarakat Banyuwangi dan anggota,” tambahnya.
Menutup pesannya, Rama memanjatkan doa agar seluruh pihak senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga kita semua senantiasa dalam perlindungan Allah SWT,” tulisnya.
Pesan tersebut ditutup dengan salam hormat dan identitas jabatan barunya sebagai Dirreskrimsus Polda Papua.
Pamitan itu pun menuai beragam respons hangat dari anggota grup dan masyarakat yang selama ini mengikuti kinerja Rama selama bertugas di Bumi Blambangan.
Selama menjabat sebagai Kapolresta Banyuwangi, KBP Rama Samtama Putra dikenal aktif membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan daerah.
Kepindahannya menandai berakhirnya satu fase kepemimpinan dan dimulainya amanah baru di wilayah tugas yang berbeda. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banyuwangi lama, KBP Dr. Rama Samtama Putra, SIK., M.Si., MH, menyampaikan pamitan sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Banyuwangi.
Pamitan tersebut disampaikan melalui pesan tertulis yang dibagikan di grup WhatsApp Forum Diskusi Dua Benua (FD2B), menjelang dirinya menjalankan amanah baru sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua.
Dalam pesannya, Rama mengawali dengan salam dan ungkapan hormat kepada seluruh anggota grup.
Ia menegaskan bahwa pesan tersebut menjadi komentar pertama sekaligus terakhirnya di dalam grup diskusi tersebut selama bertugas di Banyuwangi.
“Ijinkan saya selaku Kapolresta Banyuwangi lama atas nama pribadi dan keluarga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ibu semua orang-orang hebat yang ada dalam WAG atas dukungan dan support kepada Polresta Banyuwangi selama kurang lebih 15 bulan bersama-sama menjaga kondusivitas Banyuwangi,” tulis Rama.
Selama sekitar 15 bulan menjabat, Rama mengakui bahwa banyak dinamika yang terjadi di Banyuwangi.
Ia juga menyebut diskusi-diskusi yang berkembang di grup FD2B menjadi salah satu bahan evaluasi dan perhatian pihak kepolisian.
“Cukup banyak dinamika dalam diskusi WAG ini yang kami amati, cermati, dan kami monitor serta tindak lanjuti,” ungkapnya.
Dalam suasana pamitan tersebut, Rama juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Ia mengaku menyadari bahwa selama memimpin Polresta Banyuwangi, tidak luput dari kekhilafan, baik dalam tutur kata, sikap, maupun kebijakan yang mungkin kurang berkenan.
“Dari lubuk hati paling dalam kami mohon maaf jika ada khilaf kesalahan tutur kata maupun perbuatan serta hal-hal kurang berkenan atas kepemimpinan kami selama menjabat Kapolresta Banyuwangi,” tulisnya.
Rama kemudian menyatakan secara resmi undur diri dari forum tersebut, sekaligus memohon doa restu agar dapat menjalankan tugas dan amanah baru di wilayah penugasan selanjutnya.
“Selanjutnya kami undur diri, mohon doa restu Bapak Ibu semua untuk menjalankan amanah di tempat tugas yang baru,” lanjutnya.
Dalam pesan tersebut, Rama juga menyampaikan refleksi mendalam mengenai makna jabatan dan pengabdian.








