sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) resmi mencatatkan sejarah baru dalam pembangunan infrastruktur nasional.
Proyek strategis nasional ini disebut berhasil memecahkan rekor karena menghadirkan konstruksi jalan tol dengan tantangan ekstrem, yakni membelah perbukitan di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur.
Pemecahan rekor tersebut disampaikan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui akun Instagram resmi @pupr_bpjt, Sabtu (20/9).
Dalam unggahan tersebut, PUPR menyebut Tol Prosiwangi sebagai proyek monumental yang layak dicatat dalam rekor nasional.
“Pencatatan rekor MURI sebagai bukti pencapaian monumental dalam pembangunan infrastruktur nasional,” tulis akun resmi PUPR tersebut.
Trase Tol Prosiwangi dinilai fenomenal karena harus menembus kawasan perbukitan dengan kontur tajam.
Tantangan geologi dan teknis yang dihadapi menjadikan proyek ini berbeda dibandingkan pembangunan tol-tol lain di Indonesia.
Dengan teknologi konstruksi modern, jalan tol ini mampu dibangun tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.
Tak hanya unggul dari sisi teknis, Tol Prosiwangi juga mengusung konsep infrastruktur hijau.
Hal ini ditandai dengan pemasangan hybrid wind tree atau pohon listrik di sekitar pintu tol wilayah Probolinggo.
“Hybrid wind tree, inovasi energi terbarukan untuk efisiensi energi,” lanjut keterangan PUPR.
Keberadaan pohon listrik tersebut menjadi simbol dukungan Tol Prosiwangi terhadap penggunaan energi ramah lingkungan.
Inovasi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan energi konvensional sekaligus memperkuat citra jalan tol modern yang berkelanjutan.
Hingga saat ini, pembangunan Tol Prosiwangi telah menembus wilayah Kabupaten Situbondo, meski masih berada di sisi barat.
Sumber: Radar Situbondo, Instagram @pupr_bpjt
Page 2
Secara keseluruhan, titik-titik rest area tersebut berada di kawasan Situbondo, Asembagus, hingga Bajulmati.
Sebelum pengendara mengakhiri perjalanan di Exit Tol Ketapang, mereka akan disuguhi rest area yang diklaim memiliki panorama indah.
Dengan latar perbukitan dan pesisir, Tol Prosiwangi bahkan disebut-sebut akan menjadi ruas jalan tol tercantik di Pulau Jawa.
Pembangunan Tol Prosiwangi diharapkan mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan Tapal Kuda Jawa Timur, khususnya Situbondo, Bondowoso, hingga Banyuwangi.
Akses yang lebih cepat diyakini akan memperlancar distribusi logistik, menurunkan biaya transportasi, serta membuka peluang investasi baru.
Namun, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa jalan tol bukan satu-satunya kunci peningkatan ekonomi.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga tengah mengebut pelebaran jalan akses utama di sekitar pintu tol, terutama jalur penghubung Situbondo–Bondowoso.
“Pelebaran jalan ini penting agar keluar masuk kendaraan dari tol tetap lancar. Mari kawal bersama proyek ini semoga membawa kebermanfaatan bagi masyarakat, utamanya di Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi,” ujar Khofifah.
Dengan dukungan infrastruktur pendukung tersebut, manfaat Tol Prosiwangi diharapkan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Dari sisi waktu tempuh, kehadiran Tol Prosiwangi dipastikan membawa perubahan signifikan.
Berdasarkan informasi dari pelaksana proyek @pp_probowangi3, perjalanan Probolinggo–Banyuwangi yang sebelumnya memakan waktu sekitar dua jam melalui jalan non-tol, nantinya hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit.
“Tak lama lagi saat jalan tol Probolinggo–Banyuwangi rampung, jarak tempuh yang biasanya mencapai dua jam akan dipangkas menjadi 45 menit,” tulis akun tersebut.
Efisiensi waktu ini diyakini berdampak positif bagi mobilitas masyarakat, dunia usaha, hingga sektor pariwisata.
Dengan target beroperasi penuh pada pertengahan 2026, Tol Prosiwangi diharapkan segera menjadi tulang punggung konektivitas dan simbol kemajuan infrastruktur di ujung timur Pulau Jawa. (*)
Sumber: Radar Situbondo, Instagram @pupr_bpjt








