Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Data Dindik Catat 1 Gedung SDN Terdampak Gempa Pacitan, Penyisiran Terus Dilakukan – TIMES Banyuwangi

data-dindik-catat-1-gedung-sdn-terdampak-gempa-pacitan,-penyisiran-terus-dilakukan-–-times-banyuwangi
Data Dindik Catat 1 Gedung SDN Terdampak Gempa Pacitan, Penyisiran Terus Dilakukan – TIMES Banyuwangi

Jumat, 06 Februari 2026 – 17:46

TIMES BANYUWANGI, PACITAN – Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan (Dindik Pacitan) terus melakukan penyisiran dengan menyebarkan formulir pendataan dampak gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari.

Pendataan tersebut disebarkan kepada seluruh sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Pacitan.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pacitan, Wahyono, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah awal dengan mendata sekolah-sekolah yang terdampak gempa.

Berdasarkan laporan terbaru, salah satu sekolah dasar di Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, mengalami kerusakan pada bagian atap plafon yang jatuh akibat guncangan gempa.

Kerusakan tersebut menambah daftar kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 6,4 di Pacitan. Selain merusak fasilitas pendidikan, gempa juga menyebabkan belasan rumah warga dan tempat ibadah mengalami kerusakan.

Dalam peristiwa tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia.

“Kami saat ini telah menyebar formulir yang diisi oleh sekolah-sekolah apabila terdampak gempa tadi malam. Data yang masuk sejauh ini, SD Poko mengalami kerusakan plafon yang jatuh,” kata Wahyono saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026).

Selain melakukan pendataan, Dinas Pendidikan Pacitan juga terus memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya siswa dan guru, agar tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca maupun kejadian bencana seperti gempa bumi yang terjadi pada Jumat dini hari tersebut.

“Kami mengimbau kepada semuanya untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca maupun kejadian seperti gempa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan, apabila gempa terjadi saat jam pelajaran berlangsung, siswa dan guru diminta segera mencari tempat yang aman agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepada para guru, Wahyono meminta agar memberikan arahan yang jelas kepada para siswa terkait langkah mitigasi bencana yang benar.

“Guru juga harus memberikan arahan bagaimana mitigasi yang benar, misalnya dengan bersembunyi di bawah meja atau menuju ke tempat yang lebih aman,” ucapnya. (*)

Pewarta : Rojihan
Editor : Ronny Wicaksono