Diduga Akibat Kelebihan Beban

0
365
RUSAK: Kondisi alat hidrolis di dermaga MB II Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi
RUSAK: Kondisi alat hidrolis di dermaga MB II Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi

KALIPURO – Penyebab ambruknya jembatan hidrolis di dermaga mobile bridge (MB) II Pelabuhan Ketapang masih dalam penyelidikan. Namun, muncul dugaan sementara, jembatan hidrolis itu amblas karena tidak kuat menahan beban truk yang melintas.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sejatinya, jembatan hidrolis itu hanya memiliki kapasitas beban sekitar 20 ton. Namun, yang terjadi Senin lalu (4/12), truk Hino Jumbo Ranger yang melintas membawa muatan sekitar 28 ton  “Ada kelebihan sekitar delapan ton (dari batas kekuatan jembatan),” ungkap Pemimpin Cabang PT ASDP Indonesia Ferry (PT IF) Ketapang, Waspada Heruwanto, kemarin (5/12).

Beban muatan truk bermuatan beras itu diketahui setelah truk ter sebut berhasil dievakuasi. Evakuasi truk Hino Jumbo Ra nger yang disopiri Suwarno, war ga Desa Kandangan, Ke camatan Krembangan, Si doar jo, itu memakan waktu sekitar 10 jam. Ambruknya jembatan hidrolis itu terjadi sekitar pukul 10.00. Set elah jembatan ambruk, pihak PT IF Ketapang langsung me lakukan evakuasi muatan truk agar kendaraan tidak jatuh ke dasar laut.

Loading...

Setelah muatan berhasil dieva kuasi, baru kendaraannya dievakuasi. “Muatan dan kendaraan berhasil di evakuasi sekitar pukul 19.30,” kata Was pa da. Walau kendaraan sudah ber hasil di evakuasi, tapi dermaga MB II belum bisa dioperasikan. Sementara waktu, pihak PT IF Ketapang hanya mengoperasikan dermaga MB I dan dermaga pontoon. “Per baikan jembatan MB II kita targetkan selesai dalam tem po empat hari. Target kami, yang penting MB II bisa dioperasikan,” katanya.

Usai perbaikan, MB II akan dioperasikan secara darurat agar tidak mengganggu kelancaran aktivitas penyeberangan Jawa-Bali. Dalam kondisi darurat, hanya kendaraan keluarga (KK) yang boleh melalui dermaga MB II. Bus dan truk angkutan barang, lanjut Waspada, akan diarahkan ke dermaga MB I dan der maga pontoon. “Aktivitas penyeberangan sekarang sudah lancar. Tidak ada antrean panjang. Kendaraan terus mengalir,” katanya. Waspada menambahkan, sejatinya kendaraan bermuatan 20 ton lebih tidak melewati dermaga MB dan pontoon, melainkan melalui dermaga landing craft machine (LCM).

Lanjutkan Membaca : 1 | 2