ngopibareng.id
Abian Alfi Aditia, 8 tahun, bocah yang hanyut di sungai Kalibaru tepatnya di Dusun Pengundangan, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, akhirnya berhasil ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kapolsek Glenmore, AKP Budi Hermawan, mengatakan, korban ditemukan oleh warga yang sedang memancing. Korban di temukan di aliran sungai kalibaru masuk avdeling Sumbertempur Kalitlepak Tulungrejo, Glenmore, sekitar pukul 22.15 WIB, Jumat, malam.
“Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 6 km dari TKP,” jelasnya, Sabtu, 7 Maret 2026.
Informasi temuan jenazah korban ini kemudian disampaikan ke Polsek Glenmore. Polsek segera berkoordinasi dengan tim dari Basarnas untuk melakukan evakuasi.
“Kemudian anggota Polsek, Basarnas bersama masyarakat menuju lokasi ditemukan jenazah,” jelasnya, Sabtu, 7 Maret 2026.
Tiba di lokasi, tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi jenazah korban. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah duka untuk diserahkan pada keluarga dan dimakamkan.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mengawasi anak-anaknya yang mandi di sungai. Pastikan kegiatannya aman,” imbaunya.
Sebelumnya, Abian Alfi Aditia hanyut di sungai Kalibaru tepatnya di Dusun Pengundangan, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. Musibah tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, Jumat, 6 Februari 2026. Mulanya, korban bersama bibi dan sepupunya pergi ke sungai yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban.
“Mereka ke sungai untuk mandi dan mencuci baju,” jelas Budi Hermawan.
Sesampai di sungai, bibi korban langsung mencuci baju. Sementara korban dan sepupunya mandi di pinggir sungai. Tidak beberapa, tiba-tiba sepupu korban berteriak dan menyempaikan Abian tercebur ke sungai dan terbawa arus. Saat itu korban sudah terbawa arus sungai cukup jauh.
Baca Juga
Karena korban sudah jauh terbawa arus, bibi korban memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke ibu korban, Suhartatik. Selanjutnya, Suhartatik menyampaikan kepada suaminya, Asmuni.
“Setelah itu Asmuni menginformasikan sekaligus mengajak warga sekitar untuk mencari korban,” jelasnya.
Budi menambahkan, setelah mendapatkan informasi tersebut, dia bersama sejumlah anggotanya segera menuju lokasi untuk membantu melakukan pencarian. Pihaknya juga sudah menghubungi pihak Basarnas Banyuwangi dan instansi terkait untuk melakukan pencarian korban.
Proses pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet menelusuri sungai. Proses pencarian terkendala medan yang cukup terjal dan curam. Selain itu arus sungai juga cukup deras.







