Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Drama Cincin Tunangan Kesempitan, Sejoli di Banyuwangi Minta Bantuan Damkar Selamatkan Jari

drama-cincin-tunangan-kesempitan,-sejoli-di-banyuwangi-minta-bantuan-damkar-selamatkan-jari
Drama Cincin Tunangan Kesempitan, Sejoli di Banyuwangi Minta Bantuan Damkar Selamatkan Jari

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Momen lamaran biasanya penuh cinta dan senyum manis. Namun berbeda dengan pasangan asal Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng ini.

Usai dilamar dengan sukses, Feri Prasetyo, 25, malah panik karena cincin tunangan yang melingkar di jari manisnya justru bikin darah serasa macet di jalan.

Cincin yang harusnya jadi simbol cinta abadi itu malah berubah jadi “borgol” romantis yang bikin jari Feri bengkak.

Alhasil, bukannya foto-foto manis pascalamaran, mereka justru bertolak ke Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sektor Genteng untuk minta pertolongan.

Petugas Damkarmat, Irfan Supanut, yang menerima laporan sempat mengira ada darurat kebakaran ringan.

Tapi ternyata, yang harus dipadamkan adalah rasa sakit di jari Feri yang terhimpit cincin kesempitan.

“Pas sampai lokasi, keduanya masih lengkap pakai seragam lamaran dan make up yang kinclong. Benar-benar baru selesai acara,” kata Irfan, sembari tertawa kecil mengingat kejadian unik itu.

Sudah Coba Lepas, Tapi Cinta (Eh) Cincin Terlalu Menempel

Irfan mengungkapkan, Feri mengaku sudah mencoba berbagai cara untuk melepas cincin.

Mulai dari sabun, minyak, tarik-tarikan, hingga doa-doa kesabaran. Tapi cincin tetap ngeyel tidak mau keluar.

“Jarinya sudah mulai bengkak. Jadi satu-satunya cara harus dipotong,” jelas Irfan.

Usai menjelaskan prosedur dan risiko, petugas langsung beraksi. Unit penyelamat menggunakan mini grinder untuk memotong cincin.

Satu petugas memegang jari Feri sambil menyemprotkan air agar panas tidak menyakiti kulit.

Dalam waktu sekitar 10 menit, operasi penyelamatan jari pun berhasil tanpa menimbulkan luka.

“Alhamdulillah cincin berhasil dipotong. Korban selamat,” ucap Irfan lega bak dokter bedah selesai operasi besar.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Momen lamaran biasanya penuh cinta dan senyum manis. Namun berbeda dengan pasangan asal Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng ini.

Usai dilamar dengan sukses, Feri Prasetyo, 25, malah panik karena cincin tunangan yang melingkar di jari manisnya justru bikin darah serasa macet di jalan.

Cincin yang harusnya jadi simbol cinta abadi itu malah berubah jadi “borgol” romantis yang bikin jari Feri bengkak.

Alhasil, bukannya foto-foto manis pascalamaran, mereka justru bertolak ke Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sektor Genteng untuk minta pertolongan.

Petugas Damkarmat, Irfan Supanut, yang menerima laporan sempat mengira ada darurat kebakaran ringan.

Tapi ternyata, yang harus dipadamkan adalah rasa sakit di jari Feri yang terhimpit cincin kesempitan.

“Pas sampai lokasi, keduanya masih lengkap pakai seragam lamaran dan make up yang kinclong. Benar-benar baru selesai acara,” kata Irfan, sembari tertawa kecil mengingat kejadian unik itu.

Sudah Coba Lepas, Tapi Cinta (Eh) Cincin Terlalu Menempel

Irfan mengungkapkan, Feri mengaku sudah mencoba berbagai cara untuk melepas cincin.

Mulai dari sabun, minyak, tarik-tarikan, hingga doa-doa kesabaran. Tapi cincin tetap ngeyel tidak mau keluar.

“Jarinya sudah mulai bengkak. Jadi satu-satunya cara harus dipotong,” jelas Irfan.

Usai menjelaskan prosedur dan risiko, petugas langsung beraksi. Unit penyelamat menggunakan mini grinder untuk memotong cincin.

Satu petugas memegang jari Feri sambil menyemprotkan air agar panas tidak menyakiti kulit.

Dalam waktu sekitar 10 menit, operasi penyelamatan jari pun berhasil tanpa menimbulkan luka.

“Alhamdulillah cincin berhasil dipotong. Korban selamat,” ucap Irfan lega bak dokter bedah selesai operasi besar.