Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Diduga ODGJ Hendak Curi Motor di Singojuruh, Pria Asal Banten Diamankan Warga dan Polisi

diduga-odgj-hendak-curi-motor-di-singojuruh,-pria-asal-banten-diamankan-warga-dan-polisi
Diduga ODGJ Hendak Curi Motor di Singojuruh, Pria Asal Banten Diamankan Warga dan Polisi

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Seorang pria yang mengaku bernama Arjuna, 40, asal Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, diamankan warga dan polisi setelah diduga hendak mencuri sepeda motor milik warga di Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Kamis (15/1).

Dari hasil pemeriksaan, pria tersebut menunjukkan ciri-ciri sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat korban, Bayu Anggara, 25, memarkir sepeda motor Honda Beat bernopol P 2185 QAK di rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB. Saat diparkir, kondisi stang sepeda motor dalam posisi terkunci.

Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 17.00 WIB, salah satu teman korban, Zulfikar, 25, warga setempat, melihat seorang pria yang belakangan diketahui bernama Arjuna melintas di depan rumah dan mengarah ke kediaman Bayu.

Pada saat yang sama, Bayu juga mengamati gerak-gerik pria tersebut dari dalam rumah melalui jendela.

“Melihat sepeda motor terparkir, Arjuna kemudian duduk di atas kendaraan tersebut,” ujar AKP Achmad Rudy.

IMG-20260116-WA0014-3578001873.jpg

DITITIPKAN: Anggota Reskrim Polsek Singojuruh menyerahkan Arjuna ke Dinsos Banyuwangi, Jumat (16/1). (POLSEK SINGOJURUH)

Mengetahui motornya diduduki orang tak dikenal, Bayu langsung keluar rumah untuk memergoki pelaku. Namun, Arjuna yang menyadari kehadiran pemilik motor langsung turun dari kendaraan dan berusaha melarikan diri.

Korban bersama temannya kemudian spontan mengejar sambil berteriak “maling-maling”. Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang turut membantu melakukan pengejaran.

“Dengan bantuan masyarakat, Arjuna berhasil diamankan dan dibawa ke rumah Kepala Desa Benelan Kidul, Habib Ali Mustafa,” jelas Kapolsek.

Saat diamankan warga dan dimintai keterangan awal, Arjuna justru memberikan jawaban yang tidak jelas dan terkesan mengelantur.

Meski demikian, ia sempat mengaku bernama Arjuna dan berasal dari Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Melihat kondisi terduga pelaku yang dinilai tidak normal, Kepala Desa Benelan Kidul kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Singojuruh.

Petugas kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan menjemput Arjuna untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Page 2

“Kami jemput dan lakukan pemeriksaan. Dari cara berbicara dan perilakunya, yang bersangkutan menunjukkan ciri-ciri seperti ODGJ,” terang AKP Achmad Rudy.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pria tersebut kerap bertindak aneh, tidak bisa menjawab pertanyaan dengan runtut, serta memberikan jawaban yang tidak nyambung atau mengelantur. Selain itu, identitas dan asal-usulnya juga tidak dapat dijelaskan secara jelas.

“Ciri-cirinya bertindak aneh, jawabannya selalu tidak nyambung, dan asal-usulnya tidak jelas,” imbuh Kapolsek.

Bahkan, saat dilakukan upaya identifikasi oleh Satreskrim Polresta Banyuwangi melalui data kependudukan, nama Arjuna tidak ditemukan dalam basis data resmi.

“Saat dicek juga tidak terdaftar di data kependudukan,” ungkapnya.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, pihak kepolisian memutuskan untuk tidak memproses kasus ini ke ranah hukum pidana.

Apalagi, korban Bayu Anggara menyatakan tidak menuntut secara hukum atas kejadian tersebut.

“Korban tidak menuntut. Setelah pemeriksaan selesai, yang bersangkutan langsung kami kirim ke Dinas Sosial Banyuwangi untuk penanganan lebih lanjut,” kata AKP Achmad Rudy.

Sebelumnya, polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Namun selama pemeriksaan, terduga pelaku selalu memberikan keterangan yang tidak jelas.

“Setiap diperiksa selalu nglantur, tidak bisa dimintai keterangan dengan baik,” pungkas Kapolsek.

Saat ini, Arjuna telah dititipkan ke Dinas Sosial Banyuwangi untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur, sembari menunggu kejelasan identitas dan asal-usulnya.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, namun tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan jika menemukan orang dengan dugaan gangguan kejiwaan di lingkungan sekitar. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Seorang pria yang mengaku bernama Arjuna, 40, asal Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, diamankan warga dan polisi setelah diduga hendak mencuri sepeda motor milik warga di Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Kamis (15/1).

Dari hasil pemeriksaan, pria tersebut menunjukkan ciri-ciri sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat korban, Bayu Anggara, 25, memarkir sepeda motor Honda Beat bernopol P 2185 QAK di rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB. Saat diparkir, kondisi stang sepeda motor dalam posisi terkunci.

Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 17.00 WIB, salah satu teman korban, Zulfikar, 25, warga setempat, melihat seorang pria yang belakangan diketahui bernama Arjuna melintas di depan rumah dan mengarah ke kediaman Bayu.

Pada saat yang sama, Bayu juga mengamati gerak-gerik pria tersebut dari dalam rumah melalui jendela.

“Melihat sepeda motor terparkir, Arjuna kemudian duduk di atas kendaraan tersebut,” ujar AKP Achmad Rudy.

IMG-20260116-WA0014-3578001873.jpg

DITITIPKAN: Anggota Reskrim Polsek Singojuruh menyerahkan Arjuna ke Dinsos Banyuwangi, Jumat (16/1). (POLSEK SINGOJURUH)

Mengetahui motornya diduduki orang tak dikenal, Bayu langsung keluar rumah untuk memergoki pelaku. Namun, Arjuna yang menyadari kehadiran pemilik motor langsung turun dari kendaraan dan berusaha melarikan diri.

Korban bersama temannya kemudian spontan mengejar sambil berteriak “maling-maling”. Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang turut membantu melakukan pengejaran.

“Dengan bantuan masyarakat, Arjuna berhasil diamankan dan dibawa ke rumah Kepala Desa Benelan Kidul, Habib Ali Mustafa,” jelas Kapolsek.

Saat diamankan warga dan dimintai keterangan awal, Arjuna justru memberikan jawaban yang tidak jelas dan terkesan mengelantur.

Meski demikian, ia sempat mengaku bernama Arjuna dan berasal dari Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Melihat kondisi terduga pelaku yang dinilai tidak normal, Kepala Desa Benelan Kidul kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Singojuruh.

Petugas kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan menjemput Arjuna untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.