TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Lapangan AHY FC di Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali bergemuruh.
Markas sepak bola milik Ketua Askab PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, SH MH, ini kembali menjadi saksi bisu duel nostalgia para legenda si kulit bundar, Minggu (4/1/2026).
Kali ini, laga persahabatan mempertemukan kesebelasan Persewangi Legend era Bagong Iswahyudi melawan tim tamu asal Malang, Gobyos FC Wagir.
Meski para pemain yang merumput sudah memasuki usia senja, namun semangat mereka tak kalah dengan pemain muda. Pantauan di lapangan, para pemain masih terlihat tangkas dan gesit. Kocekan indah hingga adu speed berbalut teknik tinggi disajikan sepanjang laga di lapangan hijau.
Persewangi Legend tampil solid dengan diperkuat deretan nama beken pada masanya, seperti Lutfi Bahtiar, Sugeng, Sigit, hingga Bowo Kiper.
Sementara itu, Gobyos FC Malang tidak datang dengan tangan kosong. Mereka memboyong para pesepakbola kawakan jebolan klub papan atas era dulu, seperti eks penggawa PSIL Lumajang, Persid Jember, dan klub besar lainnya.
Pertandingan ini terasa istimewa karena disaksikan langsung oleh Ketua Askab PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, SH, MH. Selain sang pemilik lapangan, hadir pula deretan pelatih dan tokoh kawakan sepak bola, di antaranya, Bagong Iswahyudi dan Abdul Karim, keduanya adalah pelatih senior.
Turut hadir pula sejumlah perwakilan pengurus Askab PSSI Banyuwangi, seperti M. Khoirul Abbas, Syamsul Arifin alias Mas Bono, dan lainnya. Termasuk Ketua Umum SSB Capolista, Nanang Wahyudi.
Ditemui di pinggir lapangan, Ketua Askab PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, SH MH, tampak semringah menyaksikan aksi para legenda sepak bola. Baginya, mendukung sepak bola bukan sekadar tugas jabatan, melainkan panggilan hati.
“Sepak bola bagi saya adalah napas dan alat pemersatu. Melihat para pemain senior kembali merumput dengan penuh semangat di Lapangan AHY FC ini adalah kebahagiaan tersendiri,” ujar Michael.
Lapangan AHY FC memang dikenal rutin menjadi titik kumpul para pemain gaek untuk menjalin silaturahmi melalui sepak bola. Disisi lain, Askab PSSI Banyuwangi, juga memanfaatkan lapangan untuk kegiatan pembinaan kelompok usia dini.
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi tersebut menambahkan, bahwa sepak bola di Banyuwangi harus terus hidup di semua lapisan usia.
“Kecintaan saya pada olahraga ini tidak akan luntur. Saya ingin lapangan ini menjadi wadah silaturahmi, baik untuk pembinaan usia dini maupun ajang nostalgia seperti ini,” papar Michael.
“Agar semangat sportivitas terus terjaga di Bumi Blambangan. Dan mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat, pemuda dan anak-anak terhadap olahraga, khususnya sepak bola,” imbuhnya.
Pertandingan berakhir dengan penuh kehangatan, di mana skor akhir bukan menjadi tujuan utama, melainkan eratnya persaudaraan antar pemain lintas daerah. (*)
| Pewarta | : Syamsul Arifin |
| Editor | : Ronny Wicaksono |








