Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tol Prosiwangi Lintasi 14 Kecamatan di Situbondo, dari Banyuglugur hingga Banyuputih, Ini Daftar Wilayahnya

tol-prosiwangi-lintasi-14-kecamatan-di-situbondo,-dari-banyuglugur-hingga-banyuputih,-ini-daftar-wilayahnya
Tol Prosiwangi Lintasi 14 Kecamatan di Situbondo, dari Banyuglugur hingga Banyuputih, Ini Daftar Wilayahnya

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kabupaten Situbondo bersiap memasuki fase baru perkembangan infrastruktur strategis nasional.

Proyek Jalan Tol Probolinggo–Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) dipastikan akan melintasi sebagian besar wilayah Situbondo dan menjadi penggerak utama konektivitas kawasan timur Pulau Jawa.

Setelah pembangunan ruas Situbondo barat menunjukkan progres signifikan, puluhan desa kini masuk dalam peta jalur tol yang dirancang sejajar dengan jalur Pantura Situbondo.

Kehadiran jalan bebas hambatan ini diproyeksikan mempercepat mobilitas barang, jasa, hingga sektor pariwisata.

Saat ini, pengerjaan konstruksi masih terpusat di wilayah Kecamatan Besuki yang menjadi titik awal trase tol di Kabupaten Situbondo.

Pemerintah menargetkan penyelesaian ruas tersebut pada akhir tahun ini sebelum proyek dilanjutkan menuju Banyuwangi.

Melintasi 14 Kecamatan, Hampir Seluruh Situbondo Tersambung Tol

Berdasarkan dokumen rencana pembangunan, Tol Prosiwangi akan melintasi 14 dari total 17 kecamatan di Kabupaten Situbondo apabila jalur tersambung hingga Banyuwangi.

Kecamatan yang akan dilalui jalur tol meliputi:

  1. Banyuglugur
  2. Besuki (Situbondo Barat)
  3. Suboh
  4. Mlandingan
  5. Bungatan
  6. Kendit
  7. Panarukan
  8. Situbondo Kota
  9. Panji
  10. Kapongan
  11. Arjasa
  12. Jangkar
  13. Asembagus
  14. Banyuputih

Trase tersebut membentang dari wilayah barat Situbondo di Kecamatan Banyuglugur hingga kawasan timur di Kecamatan Banyuputih.

Jalur tol dirancang mengikuti koridor Pantura guna memaksimalkan efisiensi perjalanan lintas wilayah sekaligus mendukung konektivitas jalur logistik nasional.

Dua Kecamatan Dipastikan Tidak Dilalui Tol

Dari total wilayah administratif Situbondo, hanya dua kecamatan yang tidak masuk dalam rencana trase tol, yakni:

  • Kecamatan Sumbermalang
  • Kecamatan Mangaran

Kedua wilayah tersebut berada di luar garis jalur utama karena faktor geografis dan efektivitas pembangunan.


Page 2


Page 3

Sumbermalang terletak di wilayah selatan dengan kontur pegunungan yang cukup ekstrem, sedangkan Mangaran berada di kawasan pesisir utara yang tidak sejalan dengan desain jalur tol utama.

Pertimbangan teknis tersebut membuat keduanya tidak masuk dalam jalur prioritas pembangunan.

Sedikitnya 46 Desa Masuk Peta Trase

Data sementara menunjukkan sedikitnya 46 desa di Situbondo akan dilintasi Tol Probowangi. Desa-desa tersebut tersebar di 14 kecamatan sepanjang jalur dari Banyuglugur hingga Banyuputih.

Jumlah tersebut masih bersifat dinamis karena penyesuaian teknis dapat terjadi selama tahap perencanaan lanjutan maupun pembebasan lahan.

Jika pembangunan terus bergerak ke arah timur, jalur tol juga diproyeksikan melintasi kawasan wisata unggulan Situbondo, termasuk area sekitar Pantai Pasir Putih, yang selama ini menjadi destinasi favorit wisatawan.

Proyek Strategis Nasional Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah daerah menyambut positif kelanjutan proyek tol yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut. Infrastruktur ini diyakini menjadi pintu pembuka pertumbuhan ekonomi baru bagi Situbondo.

Seorang pejabat daerah yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa Situbondo telah siap mendukung kelanjutan pembangunan.

“Situbondo sudah siap menyambut keberlanjutan proyek strategis nasional ini. Pembangunan tol akan menjadi akses baru yang membuka peluang ekonomi daerah,” ujarnya.

Keberadaan tol diharapkan mampu memangkas waktu tempuh antarwilayah secara signifikan sekaligus memperkuat akses menuju kawasan industri, pelabuhan, serta destinasi wisata di ujung timur Jawa.

Penghubung Trans-Jawa Menuju Bali

Tol Probowangi memiliki peran strategis karena menjadi bagian lanjutan jaringan Tol Trans-Jawa menuju Banyuwangi yang nantinya terkoneksi dengan jalur penyeberangan ke Bali.

Dengan konektivitas tersebut, arus logistik nasional diprediksi semakin efisien, terutama untuk distribusi barang dari wilayah barat Jawa menuju kawasan timur Indonesia.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian waktu dimulainya pembangunan lanjutan menuju Banyuwangi. Pemerintah masih menunggu rampungnya pengerjaan seksi Situbondo barat.