Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Profil Donald Trump: Presiden AS ke-47 di Balik Serangan Israel–AS ke Iran, Dari Pengusaha Properti hingga Tokoh Paling Kontroversial Dunia

profil-donald-trump:-presiden-as-ke-47-di-balik-serangan-israel–as-ke-iran,-dari-pengusaha-properti-hingga-tokoh-paling-kontroversial-dunia
Profil Donald Trump: Presiden AS ke-47 di Balik Serangan Israel–AS ke Iran, Dari Pengusaha Properti hingga Tokoh Paling Kontroversial Dunia

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Nama Donald Trump kembali menjadi pusat perhatian dunia setelah konflik terbaru di Timur Tengah memanas.

Presiden Amerika Serikat (AS) ke-47 itu secara terbuka mengaitkan dirinya dengan keputusan strategis yang berujung pada serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, sebuah langkah yang kini memicu eskalasi geopolitik global.

Trump resmi dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2025, didampingi Wakil Presiden James David Vance.

Kembalinya tokoh Partai Republik tersebut ke Gedung Putih menandai babak baru politik Amerika sekaligus kebijakan luar negeri yang lebih agresif dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

Di tengah konflik Iran terbaru, sosok Trump kembali disorot bukan hanya sebagai pemimpin negara adidaya, tetapi juga figur politik paling kontroversial dalam sejarah modern Amerika.

Dari Queens ke Gedung Putih

Donald John Trump lahir pada 14 Juni 1946 di Queens, New York. Ia merupakan anak keempat dari lima bersaudara pasangan pengusaha properti Frederick Trump Sr. dan Mary Anne MacLeod Trump, imigran asal Skotlandia.

Sejak kecil, Trump telah bersentuhan dengan dunia bisnis keluarga. Namun masa remajanya tidak selalu mulus. K

arena masalah disiplin di sekolah, ayahnya mengirim Trump ke New York Military Academy saat berusia 13 tahun.

Setelah lulus, ia sempat kuliah di Fordham University sebelum pindah ke Wharton School, University of Pennsylvania, salah satu sekolah bisnis paling prestisius di AS. Ia meraih gelar ekonomi pada 1968.

Pendidikan bisnis inilah yang menjadi fondasi perjalanan Trump sebagai pengusaha ambisius.

Membangun Imperium Bisnis Trump Organization

Pada 1971, Trump mengambil alih perusahaan real estat keluarga dan mengganti namanya menjadi Trump Organization.

Ia mengubah bisnis yang sebelumnya fokus pada perumahan kelas menengah menjadi proyek properti mewah.


Page 2

Situasi memuncak ketika AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran. Trump bahkan menyatakan dirinya berperan besar dalam keputusan tersebut.

“Saya mungkin telah memaksa mereka,” ujar Trump saat konferensi pers di Gedung Putih.

Pernyataan ini langsung memicu perdebatan global karena menunjukkan keterlibatan langsung Washington dalam eskalasi konflik.

Strategi Trump dalam Konflik Iran

Menurut Trump, keputusan menyerang Iran didasarkan pada keyakinan bahwa Teheran akan lebih dulu menyerang fasilitas Amerika di kawasan.

Meski sebagian laporan intelijen AS menyebut tidak ada ancaman langsung, pemerintahan Trump tetap mengambil langkah militer preventif.

Trump juga mengungkap pandangannya soal masa depan Iran pascakonflik. Ia menilai kepemimpinan baru sebaiknya berasal dari dalam negeri Iran, bukan figur diaspora seperti Reza Pahlavi.

Pernyataan tersebut menunjukkan pendekatan khas Trump: tekanan militer dikombinasikan dengan upaya membentuk ulang keseimbangan politik kawasan.

Dampak Politik dan Global

Keputusan militer itu memicu konsekuensi luas:

  • Ketegangan geopolitik Timur Tengah meningkat
  • Harga energi global melonjak
  • Risiko konflik regional meluas
  • Hubungan diplomatik internasional memanas

Pendukung Trump menilai langkah tersebut sebagai strategi pencegahan agresi Iran. Sebaliknya, kritik menyebutnya berisiko memicu perang besar.

Kehidupan Pribadi dan Citra Publik

Trump menikah tiga kali:

  1. Ivana Trump (1977–1990)
  2. Marla Maples (1993–1999)
  3. Melania Trump (2005–sekarang)

Ia memiliki lima anak: Donald Jr., Ivanka, Eric, Tiffany, dan Barron.

Di luar politik, Trump tetap dikenal sebagai figur media dengan gaya flamboyan dan komunikasi langsung yang kerap memicu kontroversi sekaligus loyalitas kuat dari pendukungnya.


Page 3


Page 4