Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Digelar di Banyuwangi

0
755
Tanaman acacia nilotoca yang menjadi tanaman invasi di Baluran yang harus ditebang dan dimusnahkan agar tidak mengganggu ekosistem asli Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. (Foto: KOMPAS.COM)

BANYUWANGI – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar acara Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur. Acara yang pertama kali diselenggarakan tersebut hadir mulai tanggal 10 hingga 13 Agustus.

“Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam bertujuan untuk promosi dan pemasaran Taman Nasional dan Taman Wisata Alam yang ada di Indonesia kepada masyarakat dan pekaku jasa lingkungan. Diharapkan Taman Nasional dan Taman Wisata Alam dapat lebih dikenal publik, baik dari masyarakat maupun pelaku usaha,” kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno selaku ketua penyelenggara dalam kata sambutan di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (10/8/2017).

Tenda-tenda di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur dalam rangka perayaan Hari Konservasi Nasional, Kamis (10/8/2017)

Festival perdana ini diikuti 50 booth berasal dari Taman Nasional, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, ASEAN Heritage dan Pemda Banyuwangi dengan menampilkan keunggulan dan potensi wisata tiap-tiap unit.

Adapun taman-taman nasional yang berpartisipasi seperti Teluk Cendrawasih, Gunung Gede Pangrango, Bromo Tengger Semeru, Ceremai, Merbabu, Kerinci Seblat, Karimun Jawa, dan lain-lain.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Banyuwangi yang menjadi tuan rumah acara Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam,” katanya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last