Gelar Tradisi Tiban untuk Minta Hujan

0
739

BANGOREJO – Warga Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, menggelar tradisi tiban kemarin (27/10). Ritual yang  digelar untuk minta hujan itu dilaksanakan  di pelataran bekas pabrik di Desa Kebondalem.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tradisi tiban itu ternyata mengundang  perhatian warga. Sejak digelar pada Kamis (22/10) ratusan warga dari berbagai daerah banyak yang datang. Di antara warga itu ada yang sekadar menonton, tapi juga tidak sedikit yang turun ke gelanggang untuk ikut main.

Dengan menggunakan bambu yang sudah  dibuat cambuk, peserta tiban terlihat saling menyerang dengan diawasi wasit. Agar tertib, menyerang itu dilakukan secara bergantian.  “Hari ini (kemarin) saya ikut tujuh kali,” cetus Nur Atim, 60, warga Desa Temurejo, Kecamatan  Bangorejo.

Meski sudah berusia lanjut, Atim mengaku tidak gentar menghadapi lawan yang usianya  jauh lebih muda. Ikut tiban tidak memiliki syarat khusus. “Sebelum main, saya wudu dulu biar suci,” ungkapnya.  Panitia tiban, Rekso Menggolo, 70, mengatakan tiban  kali ini diselenggarakan di tempat yang berbeda dengan tahun sebelumnya.

Loading...

Itu dilakukan agar pelaksanaannya berlangsung lebih ramai. “Tahun kemarin di lapangan, sekarang di pinggir jalan biar ramai,” cetusnya. Tiban yang digelar itu, terang Rekso, merupakan ritual yang sudah berlangsung turun-temurun dari moyangnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2