Beranda Budaya Gelar Tiban untuk Minta Hujan

Gelar Tiban untuk Minta Hujan

0
776

PURWOHARJO – Tradisi Tiban kembali digelar. Kali ini ritual minta hujan itu dilaksanakan warga di tengah persawahan Dusun Gumukrejo,  Desa/Kecamatan Purwoharjo, kemarin (23/11). Tiban yang akan dilaksanakan  selama 20 hari itu mendapat perhatian warga.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Setiap acara itu di gelar, ratusan warga dari berbagai daerah berdesakan melihat. “Cambuk yang  digunakan terbuat dari lilitan lidi daun aren dan iratan bambu,” cetus  Sunaryo, 47, panitia Tiban.  Menurut Sunaryo, Tiban adalah tradisi peninggalan nenek moyang  sejak dahulu.

Ritual tersebut dilaksanakan  untuk “memanggil” hujan jika musim kemarau telah melebihi  batas. “Sesuai hitungan kalender,  seharusnya sekarang sudah turun  hujan, tapi ini masih panas, lalu  kita gelar Tiban ini,” katanya.

Dalam tradisi Tiban, jika alat  musik tradisional berupa gong, bedug, kempul atau kethuk mulai  ditabuh panitia, pertanda upacara  segera dimulai. Satu per satu warga yang hadir langsung memadati  areal persawahan tempat digelarnya  ritual.

Siapa pun boleh menjadi peta rung Tiban di arena yang disediakan  dengan ukuran 12 meter  kali 12 meter tersebut. Agar tidak panas dan melukai  peserta, arena Tiban di tengah sawah  itu diberi alas berupa limbah gergajian  kayu.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Loading...

error: Uppss.......!