Haidori Dihukum Seumur Hidup

0
419

Kasasi MA Lebih Berat

BANYUWANGI – Kabar kurang baik menimpa Haidori Setiyawan, 39, dan Andi Azis, 44,
dua terpidana kasus pembunuhan keluarga Rosan asal Dusun Dadapan, Desa Karangsari, Ke-camatan Sempu. Banding yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) Djoko Su-santo sudah diputus Pengadilan Tinggi (PT) di Surabaya. Bahkan, kasasi Mahkamah Agung (MA) juga sudah turun dan menja-tuhkan hukuman seumur hi-dup kepada Haidori.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sebelumnya, Haidori divonis 18 tahun penjara oleh majelis ha-kim di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Namun, putusan PN tersebut dianulir majelis ha-kim di PT. Dalam putusan sidang banding di PT Surabaya, Haidori divonis penjara seumur hidup. “Haidori divonis seumur hidup,” cetus jaksa Djoko Susanto yang menangani kasus tersebut.

Andi Azis yang sudah divonis 13 tahun penjara oleh PN Banyu-wangi juga bernasib sama. Majelis hakim PT di Surabaya yang me-nangani kasus tersebut menam-bah hukumannya satu tahun pen-jara dari vonis yang dijatuhkan PN Banyuwangi. “Dalam putusan di PT, Andi Azis divonis 14 tahun penjara,” terangnya. Menurut Djoko, menanggapi putusan PT tersebut, kedua ter-dakwa masih diberi kesempa-tan mengajukan kasasi ke Mah-kamah Agung (MA)

Waktu yang diberikan untuk mendaftar kasasi, sebut dia, 14 hari setelah putusan PT. “Kedua
terdakwa sebenarnya mau ka-sasi, tapi waktu mendaftar ter-lam bat,” katanya.

Loading...

Meski gagal mendaftar, lanjut dia, MA ternyata telah me-ngeluarkan keputusan terkait ka sus yang menimpa dua ter-pi dana pembunuhan di Desa Ka rangsari, Kecamatan Sempu, itu. Dalam amar kasasi tersebut, MA menguatkan putusan yang di jatuhkan PT. “Putusannya sudah inkracht(berkekuatan hukum tetap, Red),” katanya. Kejaksaan pun sudah me la ku-kan eksekusi keputusan PT yang dikuatkan kasasi MA tersebut.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2