detik.com
Senyum lega terpancar dari wajah warga Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Setelah hampir satu dekade bergelut dengan jalan rusak, akses utama mereka, Jalan Lampon, kini berubah drastis menjadi mulus dan kokoh.
Perubahan jalan menjadi lebih mulus ini berkat program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Bumi Suksesindo (PT BSI).
Pembangunan jalan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran industri tambang yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar. Jalan yang sebelumnya penuh lubang kini diaspal hotmix berkualitas tinggi dengan ketebalan mencapai 15 sentimeter, bahkan disamakan warga dengan jalan tol hingga sirkuit balap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, PT BSI melakukan pengaspalan Jalan Lampon menggunakan standar mutu tinggi. Ketebalan lapisan hotmix yang mencapai 15 sentimeter membuat kualitas jalan dinilai sangat kuat dan tahan lama.
Kepala Desa Pesanggaran, Sukirno, SH, mengungkapkan rasa bangganya atas terealisasinya pembangunan jalan yang telah lama dinantikan warga. Menurutnya, perbaikan Jalan Lampon merupakan hasil dari perjuangan panjang yang telah diupayakan sejak masa kepemimpinan Danpuslatpurmar 7 Lampon, Letkol Mar Zainal Arifin Tanjung.
“Kami menghadap langsung pimpinan PT BSI dan Alhamdulillah tahun ini sudah terealisasi. Sekarang sudah dikerjakan, jadi kami selaku pemerintah desa tentunya berterima kasih kepada perusahaan,” ujar Sukirno, Senin (16/2/2026).
Sukirno mengenang, sebelum tersentuh aspal hotmix dari bantuan operator tambang emas Gunung Tumpang Pitu, Jalan Lampon merupakan jalur dengan tingkat kerusakan paling parah di Kecamatan Pesanggaran selama hampir 10 tahun.
“Lubangnya itu minta ampun. Sekarang alhamdulillah sudah diaspal hotmix mulai dari markas marinir. Sudah dikerjakan kurang lebih 1,5 kilometer dari total rencana 2,8 kilometer,” jelasnya.
Kualitas pengerjaan yang dinilai luar biasa membuat masyarakat merasa sangat puas. Bahkan, di media sosial, warga ramai-ramai memuji kondisi jalan yang kini mulus dan kokoh.
“Masyarakat sangat senang, kini jadi kayak jalan tol,” imbuh Sukirno dengan nada bangga.
Jalan Lampon sendiri merupakan urat nadi vital bagi aktivitas warga. Selain menjadi akses utama pendidikan bagi pelajar tingkat SMP dan SMA, jalur ini juga menjadi penopang utama pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya para pekerja perkebunan.
Dampak positif juga dirasakan di sektor kesehatan. Akses menuju Puskesmas di Dusun Krajan kini jauh lebih lancar, memberikan kenyamanan bagi ibu hamil maupun pasien darurat yang membutuhkan penanganan medis cepat.
Sebagai ungkapan rasa syukur, warga bahkan membentangkan spanduk bertuliskan “Terima Kasih PT BSI” di sepanjang Jalan Lampon. Kehadiran PT BSI sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) diharapkan terus konsisten memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat lingkar tambang melalui program-program yang tepat sasaran.
Wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi merupakan lokasi investasi PT BSI selaku pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) Emas dan Mineral Pengikutnya Nomor 188/547/KEP/429.011/2012, yang meliputi Desa Kandangan, Sarongan, Sumberagung, Sumbermulyo, dan Pesanggaran.
Perusahaan ini juga telah ditetapkan sebagai Obyek Vital Nasional sesuai Kepmen ESDM Nomor 159.K/90/MEM/2020. Sebagai perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), PT BSI menjalankan operasi produksi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.
Melalui program PPM atau CSR, PT BSI terus menegaskan komitmennya kepada masyarakat dengan delapan program utama yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, pembentukan lembaga komunitas, serta pembangunan infrastruktur.
(irb/hil)








