detik.com
Berdasarkan data dari otoritas terkait dipastikan baru satu jenazah yang ditemukan dari bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Jenazah yang sudah dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi dipastikan adalah jenazah tanpa kepala yang mengapung di Selat Bali.
Ini terlihat dari identitas yang telah ditemukan oleh petugas. Jenazah diketahui adalah I Wayan Teja Setiawan (33), warga Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi yang sebelumnya disebut merupakan ABK bagian kelasi parkir kendaraan di kapal.
Pihak keluarga korban juga sudah mengonfirmasi jenazah yang ditemukan dalam keadaan tak utuh itu, tanpa kepala dan telapak kaki, memang keluarganya bernama I Wayan Teja Setiawan. Jenazah sudah berada di RSUD Blambangan dan dikonfirmasi pihak keluarga sebagai ABK bagian Listing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Iya, itu ABK bagian listing dan sudah terkoordinasi dengan keluarga,” ujar Bibit Hariyanto, koordinator keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya saat dikonfirmasi detikJatim.
Bibit mengatakan setelah proses identifikasi jenazah tuntas keluarga akan segera membawanya pulang ke kediaman mereka di Banyuwangiuntuk kemudian dimakamkan.
“Keluarga sudah berkoordinasi dan rencananya jenazah akan langsung dibawa pulang ke kediaman,” ungkap Bibit.
Hingga saat ini belum ada penjelasan dari otoritas, apakah jenazah itu masuk dalam daftar manifest atau tidak. Diketahui, jumlah korban hilang sebanyak 34 orang, 18 di antaranya tidak masuk dalam daftar manifest.
Jenazah tanpa kepala itu ditemukan di perairan Selat Bali di titik koordinat pencarian bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Kantor SAR Banyuwangi menyebutkan lokasi temuan jenazah itu di Perairan Selat Bali, Ketapang, Banyuwangi di koordinat 08°09’33,11″ S/ 114°24’52,03″ E.
Jenazah itu ditemukan oleh kapal yang tengah beroperasi di bawah koordinasi PT Buto dengan kapal tongkang KK Pioner 88 berbendera Indonesia yang dipimpin oleh Kapten Dedi Kustiman Handoko.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas III Tanjungwangi Purgana mengatakan, temuan jenazah tersebut berada di titik koordinat di mana bangkai KMP Tunu Pratama Jaya tengah diangkat.
“Kalau hasil laporannya benar demikian, posisi titiknya ada di sana,” jelas Purgana, Minggu (1/2/2026).
Purgana menyebut, selanjutnya jenazah yang sudah tidak utuh tersebut dibawa ke RSUD Blambangan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Langsung dibawa ke RSUD Blambangan ya katanya, langsung saja diserahkan ke keluarga itu khan ada identitasnya,” ungkap Purgana.
Temuan jenazah itu dikuatkan hasil laporan Kantor SAR Banyuwangi. Kepala Kantor SAR Banyuwangi Made Oka Astawa menyatakan dari hasil pemantauan pengangkatan bangkai kapal (wreck lifting) KMP Tunu Pratama di perairan Selat Bali, Ketapang, Bayuwangi diketahui ada temuan jenazah tersebut.
“Untuk Basarnas sendiri dalam hal ini pemantauan, karena ada penemuan diduga korban KMP Tunu Pratama Jaya dan kita turut ikut evakuasi,” tegasnya.
(ihc/dpe)







