sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kebakaran melanda sebuah kandang kambing milik warga di Dusun Petang, Desa Pesucen, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa malam (10/3).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.50 WIB itu mengakibatkan enam ekor kambing mati terbakar dan bangunan kandang semi permanen hangus dilalap api.
Kandang tersebut diketahui milik seorang warga bernama Saiban, 68. Api pertama kali diketahui warga setelah kobaran api terlihat membesar di area kandang miliknya.
Melihat kejadian tersebut, warga sekitar segera melaporkan insiden itu kepada petugas pemadam kebakaran.
Laporan resmi diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyuwangi sekitar pukul 00.02 WIB.
Petugas Bergerak Cepat ke Lokasi
Mendapatkan laporan tersebut, tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 00.06 WIB.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 00.17 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman satu menit kemudian.
Dalam proses penanganan kebakaran, petugas mengerahkan sejumlah armada dan peralatan pemadam.
Di antaranya unit Fire Dome 05, Ayaxx 03, serta Fire Dome 04 yang dilengkapi dengan selang dan nozzle untuk menjangkau titik api.
Dua nozzle digunakan untuk mengendalikan kobaran api yang saat itu sudah membesar. Masing-masing diarahkan ke titik api utama di bagian tengah dan sisi bangunan kandang.
Selain melakukan pemadaman, tim Fire Rescue juga melakukan upaya penyelamatan terhadap ternak yang berada di dalam kandang.
Petugas berhasil mengevakuasi empat ekor kambing dari dalam kandang sebelum api semakin meluas.
Enam Kambing Mati Terbakar
Setelah berjibaku selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.41 WIB.
Page 2
Page 3
Namun dari total 10 ekor kambing yang berada di dalam kandang saat kejadian, hanya empat ekor yang berhasil diselamatkan.
Sementara enam ekor lainnya tidak sempat dievakuasi dan mati terbakar di dalam kandang.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi, Edy Supriyono, mengatakan bahwa setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan di lokasi.
Proses tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Petugas juga melakukan pembongkaran terhadap material bangunan yang telah terbakar.
“Setelah api padam, kami lakukan pendinginan dan pembongkaran material untuk memastikan tidak ada bara api tersisa,” ujarnya.
Diduga Akibat Pembakaran Sampah
Berdasarkan keterangan dari pemilik kandang, sebelum kebakaran terjadi ia sempat melakukan pembakaran sampah di sekitar lokasi kandang.
Saat itu pemilik kandang sempat beristirahat di dekat kandang setelah membakar sampah.
Namun ia kemudian meninggalkan lokasi sebentar.
Saat kembali, api sudah membesar dan membakar bangunan kandang yang sebagian besar terbuat dari kayu dan bambu.
“Diduga percikan api dari pembakaran sampah yang tertiup angin mengenai bangunan kandang sehingga memicu kebakaran,” jelas Edy.
Kerugian Capai Rp 25 Juta
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, kebakaran menyebabkan kerugian materiil bagi pemilik kandang.
Selain bangunan kandang semi permanen yang hangus terbakar, enam ekor kambing juga mati akibat kejadian tersebut.
Edy menyebut total kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 25 juta.
Seluruh proses penanganan kebakaran akhirnya selesai sekitar pukul 01.33 WIB setelah petugas memastikan kondisi lokasi benar-benar aman dan tidak ada potensi api kembali menyala.








