Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana Diprediksi Hadirkan Ratusan Ribu Jemaah, Gereja di Malang Siap Jadi Transit

harlah-1-abad-nu-di-stadion-gajayana-diprediksi-hadirkan-ratusan-ribu-jemaah,-gereja-di-malang-siap-jadi-transit
Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana Diprediksi Hadirkan Ratusan Ribu Jemaah, Gereja di Malang Siap Jadi Transit

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pelaksanaan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana, Kota Malang, diprediksi bakal diikuti ratusan ribu jemaah dari berbagai daerah di Indonesia.

Besarnya animo peserta membuat Pemerintah Kota Malang menyiapkan berbagai skema dukungan fasilitas, termasuk pemanfaatan gedung pemerintahan, sekolah, hingga sejumlah gereja sebagai lokasi transit dan parkir jemaah.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, perhelatan akbar NU ini membawa dampak positif yang signifikan bagi Kota Malang, terutama pada sektor perekonomian dan pariwisata.

Tingginya jumlah jemaah yang datang membuat tingkat hunian hotel dan penginapan melonjak tajam jauh hari sebelum acara berlangsung.

“Ini luar biasa dan dampaknya sangat besar. Hotel dan penginapan sudah banyak dipesan. Bahkan, beberapa gereja digunakan oleh PCNU-PCNU dari kabupaten dan kota untuk tempat transit jemaah,” ujar Wahyu, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk rumah ibadah lintas agama, menjadi gambaran kuatnya semangat toleransi dan kebersamaan yang selama ini terjaga di Kota Malang.

Pemerintah kota pun menyambut baik keterbukaan tersebut demi kelancaran pelaksanaan Harlah 1 Abad NU.

“Saya berterima kasih atas dukungan dan keterbukaan pihak gereja. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama yang hidup di Kota Malang,” terangnya.

Dampak Ekonomi dan Sosial Terasa Nyata

Wahyu menambahkan, kegiatan berskala nasional seperti Harlah NU ini memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal.

Selain hotel dan penginapan, sektor transportasi, kuliner, hingga UMKM dipastikan ikut merasakan manfaat dari kehadiran ratusan ribu jemaah.

Pemkot Malang juga berkomitmen menjaga ketertiban, keamanan, serta kelancaran arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung, mengingat lokasi Stadion Gajayana berada di kawasan strategis pusat kota.

Fasilitasi Akses Rumah Sakit dan Kegiatan Ibadah

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang KH Isroqunnajah menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum melakukan komunikasi langsung terkait penggunaan gereja sebagai tempat transit jemaah.

Namun, koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan semua kegiatan berjalan tertib dan saling menghormati.

“Terkait gereja, sejauh ini belum ada komunikasi langsung. Tetapi kami sudah menerima masukan agar akses ke dua rumah sakit, yakni Melati Husada dan Hermina, bisa dijaga agar pergerakan ambulans tetap lancar dan tidak terganggu oleh jemaah,” ungkapnya.


Page 2

Ia menegaskan, kelancaran akses layanan kesehatan menjadi perhatian utama, mengingat besarnya jumlah massa yang akan hadir selama dua hari pelaksanaan Harlah.

Selain itu, PCNU Kota Malang juga menaruh perhatian pada aktivitas ibadah di gereja yang bertepatan dengan pelaksanaan Harlah NU. Salah satunya berada di kawasan Jalan Kawi, yang memiliki jadwal kebaktian rutin.

“Di Jalan Kawi ada gereja dan mereka juga melaksanakan kegiatan kebaktian karena harinya bersamaan. Tentu ini akan kami fasilitasi. Kami ingin semuanya bisa berjalan dengan baik, saling menghormati, dan tidak saling mengganggu,” bebernya.

Simbol Toleransi dan Kebersamaan

Menurut KH Isroqunnajah, perhelatan Harlah 1 Abad NU bukan hanya perayaan organisasi keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.

Kolaborasi antara NU, pemerintah daerah, serta lintas umat beragama menjadi bukti bahwa kerukunan di Kota Malang terjaga dengan baik.

Dengan kesiapan fasilitas dan dukungan berbagai pihak, pelaksanaan Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana diharapkan berjalan lancar, aman, serta memberikan kesan positif bagi para jemaah yang datang dari berbagai penjuru Tanah Air. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pelaksanaan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana, Kota Malang, diprediksi bakal diikuti ratusan ribu jemaah dari berbagai daerah di Indonesia.

Besarnya animo peserta membuat Pemerintah Kota Malang menyiapkan berbagai skema dukungan fasilitas, termasuk pemanfaatan gedung pemerintahan, sekolah, hingga sejumlah gereja sebagai lokasi transit dan parkir jemaah.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, perhelatan akbar NU ini membawa dampak positif yang signifikan bagi Kota Malang, terutama pada sektor perekonomian dan pariwisata.

Tingginya jumlah jemaah yang datang membuat tingkat hunian hotel dan penginapan melonjak tajam jauh hari sebelum acara berlangsung.

“Ini luar biasa dan dampaknya sangat besar. Hotel dan penginapan sudah banyak dipesan. Bahkan, beberapa gereja digunakan oleh PCNU-PCNU dari kabupaten dan kota untuk tempat transit jemaah,” ujar Wahyu, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk rumah ibadah lintas agama, menjadi gambaran kuatnya semangat toleransi dan kebersamaan yang selama ini terjaga di Kota Malang.

Pemerintah kota pun menyambut baik keterbukaan tersebut demi kelancaran pelaksanaan Harlah 1 Abad NU.

“Saya berterima kasih atas dukungan dan keterbukaan pihak gereja. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama yang hidup di Kota Malang,” terangnya.

Dampak Ekonomi dan Sosial Terasa Nyata

Wahyu menambahkan, kegiatan berskala nasional seperti Harlah NU ini memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal.

Selain hotel dan penginapan, sektor transportasi, kuliner, hingga UMKM dipastikan ikut merasakan manfaat dari kehadiran ratusan ribu jemaah.

Pemkot Malang juga berkomitmen menjaga ketertiban, keamanan, serta kelancaran arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung, mengingat lokasi Stadion Gajayana berada di kawasan strategis pusat kota.

Fasilitasi Akses Rumah Sakit dan Kegiatan Ibadah

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang KH Isroqunnajah menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum melakukan komunikasi langsung terkait penggunaan gereja sebagai tempat transit jemaah.

Namun, koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan semua kegiatan berjalan tertib dan saling menghormati.

“Terkait gereja, sejauh ini belum ada komunikasi langsung. Tetapi kami sudah menerima masukan agar akses ke dua rumah sakit, yakni Melati Husada dan Hermina, bisa dijaga agar pergerakan ambulans tetap lancar dan tidak terganggu oleh jemaah,” ungkapnya.