detik.com
Sebanyak 200 tukang becak lanjut usia di Kabupaten Banyuwangi tersenyum ceria setelah menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut dibeli menggunakan dana pribadi Presiden Prabowo dan disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN).
YGSN sebelumnya melakukan pendataan secara mandiri hingga tingkat bawah untuk mengidentifikasi tukang becak lansia berpenghasilan rendah yang layak menerima bantuan. Proses verifikasi juga dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah.
Prosesi penyerahan simbolis dan penandatanganan berita acara serah terima dilakukan di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Banyuwangi. Selanjutnya, seluruh becak listrik diserahkan kepada para penerima manfaat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S Deyang mengatakan, program becak listrik merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo yang dilandasi kepedulian terhadap rakyat kecil, khususnya pekerja sektor informal yang telah lanjut usia.
“Becak listrik ini adalah program presiden yang berangkat dari nurani beliau. Presiden tidak bisa melihat rakyatnya hidup susah. Bahkan beliau tidak bisa tidur nyenyak jika rakyatnya masih sengsara,” kata Nanik, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Nanik, Presiden Prabowo juga berpesan kepada jajaran pembantunya agar bekerja melayani rakyat dan menghindari praktik korupsi.
“Setiap kali bertemu, presiden selalu melakukan monitoring penyaluran becak listrik ke seluruh daerah. Presiden juga berpesan agar becak ini tidak diperjualbelikan atau berpindah tangan. Karena itu pendataan penerima dilakukan melalui pemerintah daerah,” ujarnya.
Program becak listrik ini bermula pada tahun 2024. Saat itu Presiden Prabowo melihat langsung sulitnya kehidupan para tukang becak yang mayoritas telah berusia lanjut.
“Awalnya presiden ingin memberikan bantuan tunai atau modal. Namun saya menyarankan agar bantuannya berupa becak, tapi bukan becak kayuh. Karena rata-rata pembecak lansia, maka dipilih lah becak listrik,” jelas Nanik.
Becak listrik tersebut didesain langsung atas arahan Presiden Prabowo dan diproduksi oleh PT Pindad. Produksi dilakukan secara bertahap sebelum ditargetkan hingga puluhan ribu unit secara nasional.
Harga satu unit becak listrik ini mencapai Rp22 juta. Selain itu, Presiden Prabowo juga meminta pemerintah daerah membuka akses jalur yang selama ini membatasi operasional becak. Becak listrik bahkan didorong masuk ke sektor pariwisata sebagai becak wisata. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan port charging atau tempat pengisian daya untuk mendukung operasional.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berharap bantuan becak listrik ini mampu meningkatkan kesejahteraan para tukang becak penerima.
“Mudah-mudahan bantuan becak listrik ini bisa menambah tingkat kesejahteraan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas perhatiannya kepada warga Banyuwangi, khususnya para tukang becak,” kata Ipuk.
Ipuk menilai, becak listrik bukan sekadar bantuan, melainkan simbol kerja keras dan ketangguhan. Selain itu, becak listrik dapat mengurangi biaya operasional, memperluas jangkauan layanan, serta memberikan pendapatan yang lebih stabil.
“Ini bukan bantuan konsumtif, tetapi produktif. Becak listrik juga menjadi pintu masuk transformasi teknologi yang inklusif dan ramah lingkungan karena emisinya rendah,” ujarnya.
Dari perspektif kebijakan publik, Ipuk menyebut program ini sebagai contoh kebijakan yang tepat sasaran karena dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemkab Banyuwangi pun siap menyinergikan program tersebut dengan kebijakan daerah.
“Salah satunya melalui program ASN naik transportasi umum setiap hari Jumat. Nantinya becak listrik bisa menjadi alternatif transportasi bagi ASN menuju kantor. Ini amanah presiden yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.
Selain menjadi sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pemkab Banyuwangi juga bakal mengoptimalkan keberadaan becak listrik ini dengan sektor pariwisata.
(auh/hil)







