sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat layanan penanganan barang tertinggal atau hilang (Lost and Found) di seluruh stasiun dan rangkaian kereta api.
Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan semakin responsif bagi seluruh pelanggan.
Menurut Anne, tingginya mobilitas penumpang kerap membuat sebagian orang tanpa sadar meninggalkan barang bawaannya di gerbong atau area stasiun.
Kondisi perjalanan yang ramai dan dinamis menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan pelanggan tidak menyadari kehilangan barang.
“Kami memahami bahwa situasi di perjalanan dapat membuat pelanggan luput memastikan barang bawaannya. Karena itu, KAI menghadirkan layanan Lost and Found yang terstandar agar barang dapat ditemukan dan dikembalikan dengan cepat kepada pemiliknya,” ujar Anne.
Baca Juga: Angkutan Semen via Kereta Api Capai Puncak pada Agustus 2025, Ini Dampaknya bagi Ekonomi
Prosedur Penanganan Barang Ditemukan
Setiap barang yang ditemukan oleh petugas di kereta maupun stasiun akan diumumkan melalui pengeras suara.
Jika tidak ada pemilik yang mengambilnya, barang tersebut dibawa ke pos pengamanan stasiun dan dicatat secara resmi dalam sistem Lost and Found.
Proses pendokumentasian dilakukan secara teliti untuk memastikan keamanan dan ketepatan penyerahan barang.
Anne menegaskan bahwa akurasi data menjadi prioritas utama.
“Setiap item akan diperiksa, didata, dan disimpan sesuai prosedur. Kami juga mengimbau pelanggan menjaga kerahasiaan data pribadi agar tidak disalahgunakan,” katanya.
Baca Juga: Jaga Barang Bawaan dan Bawa Tumbler di Kereta Api, Begini Imbauan Penting KAI untuk Penumpang
Langkah Melapor Barang Hilang di Kereta atau Stasiun
KAI menyediakan prosedur lengkap bagi pelanggan yang ingin melaporkan barang hilang atau tertinggal:
- Segera laporkan di kereta.
- Jika masih dalam perjalanan, pelanggan dapat melapor kepada kondektur, petugas keamanan, atau petugas customer service on train.
- Datangi layanan Lost and Found di stasiun kedatangan.
- Petugas akan melakukan pencarian dan pengecekan data.
- Berikan detail barang dan data perjalanan, seperti ciri-ciri, kode booking, serta lokasi terakhir terlihat.
- Jaga kerahasiaan data pribadi dan hindari memberikan informasi kepada pihak tidak berwenang.
- Lakukan verifikasi dan pencocokan data barang.
- Pastikan barang yang ditemukan benar milik Anda.
- Ambil barang sesuai prosedur resmi.
- Barang diserahkan setelah proses pendataan selesai.
- Hubungi Contact Center KAI 121 jika tidak dapat melapor langsung.
- Alternatif lain, pelanggan dapat menghubungi WhatsApp KAI di 08111-211-121.
Baca Juga: Pastikan Kesiapan SDM Kereta Api, Tes Kebugaran Serentak di Lima Klinik Mediska untuk Angkutan Nataru
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat layanan penanganan barang tertinggal atau hilang (Lost and Found) di seluruh stasiun dan rangkaian kereta api.
Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan semakin responsif bagi seluruh pelanggan.
Menurut Anne, tingginya mobilitas penumpang kerap membuat sebagian orang tanpa sadar meninggalkan barang bawaannya di gerbong atau area stasiun.
Kondisi perjalanan yang ramai dan dinamis menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan pelanggan tidak menyadari kehilangan barang.
“Kami memahami bahwa situasi di perjalanan dapat membuat pelanggan luput memastikan barang bawaannya. Karena itu, KAI menghadirkan layanan Lost and Found yang terstandar agar barang dapat ditemukan dan dikembalikan dengan cepat kepada pemiliknya,” ujar Anne.
Baca Juga: Angkutan Semen via Kereta Api Capai Puncak pada Agustus 2025, Ini Dampaknya bagi Ekonomi
Prosedur Penanganan Barang Ditemukan
Setiap barang yang ditemukan oleh petugas di kereta maupun stasiun akan diumumkan melalui pengeras suara.
Jika tidak ada pemilik yang mengambilnya, barang tersebut dibawa ke pos pengamanan stasiun dan dicatat secara resmi dalam sistem Lost and Found.
Proses pendokumentasian dilakukan secara teliti untuk memastikan keamanan dan ketepatan penyerahan barang.
Anne menegaskan bahwa akurasi data menjadi prioritas utama.
“Setiap item akan diperiksa, didata, dan disimpan sesuai prosedur. Kami juga mengimbau pelanggan menjaga kerahasiaan data pribadi agar tidak disalahgunakan,” katanya.
Baca Juga: Jaga Barang Bawaan dan Bawa Tumbler di Kereta Api, Begini Imbauan Penting KAI untuk Penumpang
Langkah Melapor Barang Hilang di Kereta atau Stasiun
KAI menyediakan prosedur lengkap bagi pelanggan yang ingin melaporkan barang hilang atau tertinggal:
- Segera laporkan di kereta.
- Jika masih dalam perjalanan, pelanggan dapat melapor kepada kondektur, petugas keamanan, atau petugas customer service on train.
- Datangi layanan Lost and Found di stasiun kedatangan.
- Petugas akan melakukan pencarian dan pengecekan data.
- Berikan detail barang dan data perjalanan, seperti ciri-ciri, kode booking, serta lokasi terakhir terlihat.
- Jaga kerahasiaan data pribadi dan hindari memberikan informasi kepada pihak tidak berwenang.
- Lakukan verifikasi dan pencocokan data barang.
- Pastikan barang yang ditemukan benar milik Anda.
- Ambil barang sesuai prosedur resmi.
- Barang diserahkan setelah proses pendataan selesai.
- Hubungi Contact Center KAI 121 jika tidak dapat melapor langsung.
- Alternatif lain, pelanggan dapat menghubungi WhatsApp KAI di 08111-211-121.
Baca Juga: Pastikan Kesiapan SDM Kereta Api, Tes Kebugaran Serentak di Lima Klinik Mediska untuk Angkutan Nataru








