Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Kapal Tongkang Batu Bara Asap Tebal Gegerkan Warga Muncar Banyuwangi, Polisi Pastikan Bukan Kebakaran

kapal-tongkang-batu-bara-asap-tebal-gegerkan-warga-muncar-banyuwangi,-polisi-pastikan-bukan-kebakaran
Kapal Tongkang Batu Bara Asap Tebal Gegerkan Warga Muncar Banyuwangi, Polisi Pastikan Bukan Kebakaran

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Warga Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, sempat dibuat heboh dengan keberadaan kapal tongkang pengangkut batu bara yang bersandar di perairan setempat.

Kapal tersebut terlihat mengeluarkan asap tebal dari muatan batu bara, sehingga dari kejauhan tampak seperti kapal sedang terbakar.

Insiden yang terjadi beberapa waktu lalu itu langsung menyedot perhatian masyarakat pesisir.

Asap pekat yang membumbung dari atas kapal tongkang memicu kekhawatiran warga, terlebih kapal tersebut berada tidak jauh dari garis pantai Muncar.

Namun, kepolisian memastikan bahwa kejadian tersebut bukanlah kebakaran.

Kapal tongkang pengangkut batu bara itu kini juga telah meninggalkan Perairan Muncar dan kembali melanjutkan pelayaran menuju Pacitan, Jawa Timur.

Batu bara yang diangkut kapal tersebut rencananya akan digunakan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Kapolsek Muncar AKP Mujiono membenarkan adanya kapal tongkang batu bara yang sempat bersandar di Perairan Muncar.

Ia menjelaskan, kapal tersebut berhenti untuk berlindung dari cuaca buruk yang terjadi di wilayah laut selatan Jawa.

“Benar, ada kapal tongkang pengangkut batu bara yang sempat bersandar di perairan Muncar. Kapal itu berhenti untuk berlindung karena cuaca laut selatan sedang tidak bersahabat,” kata AKP Mujiono.

Keberadaan kapal tongkang tersebut sempat menggegerkan warga karena dari daratan terlihat seperti terbakar.

Bahkan, berdasarkan pantauan satelit milik Polda Jawa Timur, asap yang keluar dari kapal tampak sangat pekat.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, kepolisian bersama TNI Angkatan Laut (AL) langsung melakukan patroli laut untuk memastikan kondisi kapal dan muatannya.

“Kepolisian bersama TNI AL langsung melakukan patroli laut guna mengecek situasi kapal tersebut pada pekan lalu,” jelasnya.


Page 2

Dari hasil pengecekan di lapangan, lanjut Mujiono, asap tebal yang muncul bukan berasal dari api atau kebakaran. Asap tersebut merupakan reaksi alami batu bara yang terkena suhu panas berlebihan.

“Asap pekat itu merupakan reaksi alami dari batu bara yang terkena suhu panas, biasanya disebut mengukus. Itu sudah biasa terjadi pada muatan batu bara,” bebernya.

Ia menambahkan, secara umum kondisi kapal dalam keadaan aman. Kapal tongkang tersebut bersandar sekitar satu kilometer dari bibir pantai dengan kedalaman laut kurang lebih 30 meter.

“Tidak ada kebakaran. Kapal dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan teknis,” tegas Mujiono.

Setelah berlindung di perairan Muncar selama kurang lebih dua pekan dan kondisi cuaca laut mulai membaik, kapal tongkang pengangkut batu bara tersebut kembali melanjutkan pelayarannya.

“Kapal batu bara itu sudah kembali berlayar empat hari yang lalu,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Kelompok Masyarakat (Pokmas) Pantai Satelit, Miswan, mengatakan kapal tongkang pengangkut batu bara memang kerap berhenti di perairan Muncar ketika cuaca di laut selatan memburuk.

“Kalau cuaca laut selatan tidak bagus, kapal-kapal besar biasanya berhenti di perairan Muncar untuk berteduh,” ujarnya.

Menurut Miswan, selama kapal berhenti, anak buah kapal (ABK) kerap turun ke darat untuk memenuhi kebutuhan logistik, seperti berbelanja bahan makanan.

“Kalau kapal berhenti, biasanya ABK sering mendarat untuk belanja,” katanya.

Ia menjelaskan, batu bara yang diangkut kapal tongkang tersebut berasal dari Kalimantan dan akan dikirim ke Pacitan.

Rute pelayaran yang dilalui yakni dari Kalimantan menuju Selat Bali, kemudian melintas ke perairan laut selatan Jawa.

“Kalau laut selatan cuaca buruk, kapal akan berhenti di perairan Muncar. Setelah aman, baru melanjutkan perjalanan ke Pacitan,” pungkas Miswan. (why/aif)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Warga Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, sempat dibuat heboh dengan keberadaan kapal tongkang pengangkut batu bara yang bersandar di perairan setempat.

Kapal tersebut terlihat mengeluarkan asap tebal dari muatan batu bara, sehingga dari kejauhan tampak seperti kapal sedang terbakar.

Insiden yang terjadi beberapa waktu lalu itu langsung menyedot perhatian masyarakat pesisir.

Asap pekat yang membumbung dari atas kapal tongkang memicu kekhawatiran warga, terlebih kapal tersebut berada tidak jauh dari garis pantai Muncar.

Namun, kepolisian memastikan bahwa kejadian tersebut bukanlah kebakaran.

Kapal tongkang pengangkut batu bara itu kini juga telah meninggalkan Perairan Muncar dan kembali melanjutkan pelayaran menuju Pacitan, Jawa Timur.

Batu bara yang diangkut kapal tersebut rencananya akan digunakan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Kapolsek Muncar AKP Mujiono membenarkan adanya kapal tongkang batu bara yang sempat bersandar di Perairan Muncar.

Ia menjelaskan, kapal tersebut berhenti untuk berlindung dari cuaca buruk yang terjadi di wilayah laut selatan Jawa.

“Benar, ada kapal tongkang pengangkut batu bara yang sempat bersandar di perairan Muncar. Kapal itu berhenti untuk berlindung karena cuaca laut selatan sedang tidak bersahabat,” kata AKP Mujiono.

Keberadaan kapal tongkang tersebut sempat menggegerkan warga karena dari daratan terlihat seperti terbakar.

Bahkan, berdasarkan pantauan satelit milik Polda Jawa Timur, asap yang keluar dari kapal tampak sangat pekat.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, kepolisian bersama TNI Angkatan Laut (AL) langsung melakukan patroli laut untuk memastikan kondisi kapal dan muatannya.

“Kepolisian bersama TNI AL langsung melakukan patroli laut guna mengecek situasi kapal tersebut pada pekan lalu,” jelasnya.