Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

1.401 CJH Banyuwangi Lunas Biaya Haji, Kemenhaj Siapkan 100 Jemaah Cadangan

1.401-cjh-banyuwangi-lunas-biaya-haji,-kemenhaj-siapkan-100-jemaah-cadangan
1.401 CJH Banyuwangi Lunas Biaya Haji, Kemenhaj Siapkan 100 Jemaah Cadangan

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proses pengurusan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Banyuwangi untuk musim haji tahun ini terus berjalan.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.401 CJH telah melunasi pembayaran biaya haji dan resmi masuk dalam kelompok terbang (kloter) pemberangkatan.

Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya jemaah yang berhalangan berangkat, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Banyuwangi telah menyiapkan jemaah cadangan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

Jemaah cadangan ini disiapkan guna mengisi kuota apabila terdapat CJH yang menunda atau gagal berangkat haji.

Pelaksana Kemenhaj Banyuwangi Imam Mustaqim menjelaskan, jemaah cadangan pada prinsipnya bersifat menunggu.

Mereka akan diberangkatkan apabila terdapat kuota kosong akibat adanya CJH yang mengundurkan diri atau berhalangan berangkat.

“Jemaah cadangan prinsipnya menunggu kuota kosong. Kalau ada jemaah yang menunda ataupun gagal berangkat, maka jemaah cadangan akan naik sesuai kebutuhan dan urutan nomor porsinya,” ujar Imam Mustaqim.

Ia menambahkan, saat ini sudah terdapat penetapan jemaah cadangan yang naik berdasarkan rekapitulasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

Hal ini terjadi lantaran adanya beberapa CJH yang sebelumnya berhalangan sehingga tidak dapat berangkat haji tahun ini.

“Sudah ada penetapan jemaah cadangan yang naik, karena ada CJH yang berhalangan dan tidak bisa berangkat,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya masih terus memantau perkembangan menjelang hari keberangkatan.

Menurut Imam, tidak menutup kemungkinan masih ada jemaah cadangan lain yang akan masuk dalam kloter pemberangkatan, tergantung kondisi CJH yang telah terdaftar.

“Masih kita tunggu, apakah masih ada jemaah cadangan yang masuk kloter. Biasanya memang masih ada CJH yang mengisi, tergantung jemaah yang mundur,” ungkapnya.

Imam menegaskan bahwa mekanisme pengisian jemaah haji dari cadangan dilakukan secara ketat dan transparan, berdasarkan urutan nomor porsi.


Page 2

Dengan sistem tersebut, keadilan dan kepastian bagi seluruh jemaah tetap terjaga.

Saat ini, jumlah jemaah yang berstatus cadangan di Banyuwangi mencapai sekitar 100 orang.

Seluruhnya telah memenuhi persyaratan administrasi dan tinggal menunggu kepastian apabila ada CJH yang mengundurkan diri.

“Jemaah cadangan saat ini sekitar seratusan. Statusnya masih menunggu, apabila ada CJH yang sudah masuk kloter mengundurkan diri,” kata Imam.

Ia memastikan, jemaah cadangan tidak perlu melengkapi data atau persyaratan tambahan. Seluruh dokumen administrasi telah dinyatakan lengkap sejak mereka ditetapkan sebagai jemaah cadangan.

“Jemaah cadangan tidak perlu melengkapi data lagi, karena persyaratannya sudah tuntas. Nantinya mereka bisa langsung berangkat jika ada CJH yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan,” pungkasnya.

Dengan mekanisme tersebut, Kemenhaj Banyuwangi berharap proses pemberangkatan haji tahun ini dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai kuota yang telah ditetapkan, sekaligus memberikan kepastian layanan bagi seluruh calon jemaah haji. (ray/aif)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proses pengurusan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Banyuwangi untuk musim haji tahun ini terus berjalan.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.401 CJH telah melunasi pembayaran biaya haji dan resmi masuk dalam kelompok terbang (kloter) pemberangkatan.

Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya jemaah yang berhalangan berangkat, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Banyuwangi telah menyiapkan jemaah cadangan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

Jemaah cadangan ini disiapkan guna mengisi kuota apabila terdapat CJH yang menunda atau gagal berangkat haji.

Pelaksana Kemenhaj Banyuwangi Imam Mustaqim menjelaskan, jemaah cadangan pada prinsipnya bersifat menunggu.

Mereka akan diberangkatkan apabila terdapat kuota kosong akibat adanya CJH yang mengundurkan diri atau berhalangan berangkat.

“Jemaah cadangan prinsipnya menunggu kuota kosong. Kalau ada jemaah yang menunda ataupun gagal berangkat, maka jemaah cadangan akan naik sesuai kebutuhan dan urutan nomor porsinya,” ujar Imam Mustaqim.

Ia menambahkan, saat ini sudah terdapat penetapan jemaah cadangan yang naik berdasarkan rekapitulasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

Hal ini terjadi lantaran adanya beberapa CJH yang sebelumnya berhalangan sehingga tidak dapat berangkat haji tahun ini.

“Sudah ada penetapan jemaah cadangan yang naik, karena ada CJH yang berhalangan dan tidak bisa berangkat,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya masih terus memantau perkembangan menjelang hari keberangkatan.

Menurut Imam, tidak menutup kemungkinan masih ada jemaah cadangan lain yang akan masuk dalam kloter pemberangkatan, tergantung kondisi CJH yang telah terdaftar.

“Masih kita tunggu, apakah masih ada jemaah cadangan yang masuk kloter. Biasanya memang masih ada CJH yang mengisi, tergantung jemaah yang mundur,” ungkapnya.

Imam menegaskan bahwa mekanisme pengisian jemaah haji dari cadangan dilakukan secara ketat dan transparan, berdasarkan urutan nomor porsi.