Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Bupati Ipuk Ajak PMII Banyuwangi Turun Dampingi Warga Soal Pendidikan dan Kesehatan

bupati-ipuk-ajak-pmii-banyuwangi-turun-dampingi-warga-soal-pendidikan-dan-kesehatan
Bupati Ipuk Ajak PMII Banyuwangi Turun Dampingi Warga Soal Pendidikan dan Kesehatan

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan pesan kuat kepada kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) agar tidak hanya aktif dalam diskursus intelektual, tetapi juga turun langsung mendampingi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ipuk saat memberikan sambutan dalam pelantikan Pengurus Cabang PMII Banyuwangi di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (31/1).

Dalam sambutannya, Ipuk mengajak PMII terlibat langsung membantu persoalan nyata di tengah masyarakat.

Mulai dari mendampingi anak-anak yang belum bisa mengenyam pendidikan, hingga membantu warga miskin dalam mengakses layanan kesehatan.

“PMII bisa berperan sebagai agen perubahan. Ketika menemui anak yang tidak bisa sekolah, laporkan kepada kami. Ketika menemui masyarakat miskin yang tidak bisa berobat, laporkan kepada kami. Kami punya solusinya,” tutur Ipuk di hadapan ratusan kader PMII yang hadir.

Ipuk menegaskan, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sosial.

Dibutuhkan peran aktif berbagai elemen, termasuk organisasi kemahasiswaan seperti PMII, sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus penggerak perubahan sosial.

Menurut Ipuk, PMII memiliki posisi strategis karena kader-kadernya dekat dengan masyarakat akar rumput.

Dengan jaringan yang luas hingga tingkat desa dan komunitas, PMII dinilai mampu menjadi penghubung antara persoalan warga dengan kebijakan pemerintah.

Ipuk juga mengapresiasi peran PMII Banyuwangi yang selama ini aktif membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta organisasi kemahasiswaan lainnya.

Kolaborasi lintas elemen tersebut dinilai menjadi kunci terciptanya harmoni pembangunan di Kabupaten Banyuwangi.

“Inilah yang dibutuhkan Banyuwangi saat ini, yakni semangat kebersamaan, kolaborasi, dan gotong royong. Dengan kebersamaan itulah setiap gerak yang kita lakukan dapat benar-benar berdampak. Bukan sekadar retorika atau ajakan diskusi semata, tetapi tindakan nyata,” ungkap Ipuk.

Pelantikan Pengurus Cabang PMII Banyuwangi berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan undangan.

Selain Bupati Ipuk, hadir pula Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan, perwakilan Lanal Banyuwangi, Kodim 0825, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).


Page 2

Sejumlah tokoh agama dan perwakilan organisasi kemahasiswaan juga tampak hadir.

Prosesi pelantikan dipimpin oleh perwakilan Pengurus Besar (PB) PMII. Sebelum pelantikan, Muzaki dari PB PMII membacakan surat keputusan dan nama-nama pengurus yang akan dilantik.

Dalam kepengurusan periode 2025–2026, Haikal Roja’ Hasbunallah resmi ditetapkan sebagai Ketua PC PMII Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Haikal menegaskan komitmennya untuk menjadikan PMII Banyuwangi sebagai motor penggerak perubahan di daerah.

Ia menilai Banyuwangi memiliki potensi besar, mulai dari kekayaan alam, keberagaman budaya, hingga dinamika sosial yang terus berkembang.

Namun di balik potensi tersebut, lanjut Haikal, Banyuwangi juga menghadapi berbagai tantangan sosial yang tidak sederhana.

Karena itu, PMII Banyuwangi tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan sejarah daerah.

“PMII Banyuwangi harus hadir bukan sebagai penonton sejarah, tetapi sebagai aktor perubahan,” tegasnya.

Haikal menambahkan, PC PMII Banyuwangi periode 2025–2026 berkomitmen menjadikan organisasi sebagai laboratorium kaderisasi ideologis dan intelektual, sekaligus sebagai inkubator pengabdian sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita ingin melahirkan kader PMII yang tidak hanya lantang berbicara, tetapi juga mampu bekerja. Tidak hanya kritis, tetapi solutif. Di tengah tantangan revolusi digital, disrupsi teknologi, dan krisis nilai, PMII dituntut tetap tegak pada khitahnya,” pungkas Haikal.

Dengan pelantikan tersebut, diharapkan sinergi antara PMII dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi semakin kuat dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan sosial. (ray/aif)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan pesan kuat kepada kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) agar tidak hanya aktif dalam diskursus intelektual, tetapi juga turun langsung mendampingi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ipuk saat memberikan sambutan dalam pelantikan Pengurus Cabang PMII Banyuwangi di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (31/1).

Dalam sambutannya, Ipuk mengajak PMII terlibat langsung membantu persoalan nyata di tengah masyarakat.

Mulai dari mendampingi anak-anak yang belum bisa mengenyam pendidikan, hingga membantu warga miskin dalam mengakses layanan kesehatan.

“PMII bisa berperan sebagai agen perubahan. Ketika menemui anak yang tidak bisa sekolah, laporkan kepada kami. Ketika menemui masyarakat miskin yang tidak bisa berobat, laporkan kepada kami. Kami punya solusinya,” tutur Ipuk di hadapan ratusan kader PMII yang hadir.

Ipuk menegaskan, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sosial.

Dibutuhkan peran aktif berbagai elemen, termasuk organisasi kemahasiswaan seperti PMII, sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus penggerak perubahan sosial.

Menurut Ipuk, PMII memiliki posisi strategis karena kader-kadernya dekat dengan masyarakat akar rumput.

Dengan jaringan yang luas hingga tingkat desa dan komunitas, PMII dinilai mampu menjadi penghubung antara persoalan warga dengan kebijakan pemerintah.

Ipuk juga mengapresiasi peran PMII Banyuwangi yang selama ini aktif membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta organisasi kemahasiswaan lainnya.

Kolaborasi lintas elemen tersebut dinilai menjadi kunci terciptanya harmoni pembangunan di Kabupaten Banyuwangi.

“Inilah yang dibutuhkan Banyuwangi saat ini, yakni semangat kebersamaan, kolaborasi, dan gotong royong. Dengan kebersamaan itulah setiap gerak yang kita lakukan dapat benar-benar berdampak. Bukan sekadar retorika atau ajakan diskusi semata, tetapi tindakan nyata,” ungkap Ipuk.

Pelantikan Pengurus Cabang PMII Banyuwangi berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan undangan.

Selain Bupati Ipuk, hadir pula Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan, perwakilan Lanal Banyuwangi, Kodim 0825, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).