Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Ribuan CJH Banyuwangi Ikuti Manasik Haji Terintegrasi, Setelah Antre 14 Tahun Siap Berangkat ke Tanah Suci

ribuan-cjh-banyuwangi-ikuti-manasik-haji-terintegrasi,-setelah-antre-14-tahun-siap-berangkat-ke-tanah-suci
Ribuan CJH Banyuwangi Ikuti Manasik Haji Terintegrasi, Setelah Antre 14 Tahun Siap Berangkat ke Tanah Suci

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Tahapan manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten menjadi momentum penting bagi ribuan calon jemaah haji (CJH) Banyuwangi tahun 2026.

Setelah menunggu masa antrean hingga 14 tahun, para CJH kini memasuki fase krusial sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Bimbingan manasik haji terintegrasi tersebut digelar di Kampus Universitas PGRI Ronggolawe (Unidsoe) Banyuwangi, Sabtu (7/2).

Kegiatan ini diikuti ribuan CJH dari seluruh kecamatan di Banyuwangi dan menjadi bagian dari persiapan menyeluruh, baik dari aspek ibadah, kesehatan, maupun teknis perjalanan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj dan Umrah) Banyuwangi Rif’an Junaidi mengatakan, jumlah jemaah haji Banyuwangi yang secara riil berangkat pada musim haji tahun 2026 mencapai 1.306 orang.

“Dari jumlah tersebut, terdapat sembilan jemaah yang menunda keberangkatan, serta 24 jemaah mutasi masuk dari kabupaten dan kota lain,” kata Rif’an di sela kegiatan manasik haji terintegrasi.

Rif’an menjelaskan, ribuan jemaah haji asal Banyuwangi tersebut akan diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter).

Yakni kloter 82, 83, 84, dan 85. Seluruh kloter akan masuk melalui Embarkasi Haji Surabaya sebelum bertolak menuju Arab Saudi.

Terkait kesiapan teknis, Rif’an secara khusus memohon dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam penguatan fasilitas transportasi jemaah.

Dukungan tersebut dibutuhkan baik pada saat keberangkatan dari Banyuwangi menuju Surabaya, maupun saat kepulangan jemaah dari Surabaya kembali ke Banyuwangi.

“Kami berharap seluruh pihak dapat mendukung dan memfasilitasi transportasi jamaah haji agar aman, nyaman, dan tertib. Fasilitasi ini sangat krusial, terutama bagi jamaah lanjut usia,” tegas Rif’an.

Dalam kesempatan itu, Rif’an juga menyampaikan informasi penting terkait perubahan struktur kelembagaan penyelenggara ibadah haji.

Ia menuturkan, saat ini telah terbentuk Kementerian Haji dan Umrah sebagai kementerian baru yang secara khusus menangani urusan haji dan umrah.

“Kementerian Haji dan Umrah merupakan kementerian yang baru lahir dari rahim Kementerian Agama, berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025,” jelasnya.


Page 2

Selama kurang lebih 80 tahun, penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia dilaksanakan oleh Kementerian Agama. Namun mulai tahun ini, kewenangan tersebut resmi dialihkan kepada Kementerian Haji dan Umrah.

“Tahun ini menjadi tahun pertama penyelenggaraan haji oleh Kemenhaj dan Umrah. Kami mohon dukungan dari seluruh pihak agar pelaksanaan haji tahun ini dapat berjalan sukses dan lancar,” imbuh Rif’an.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono turut hadir dalam kegiatan manasik haji terintegrasi tersebut. Ia didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat.

Kehadiran jajaran Pemkab Banyuwangi ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelayanan terbaik bagi jemaah haji.

Dalam sambutannya, Wabup Mujiono menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam melayani jemaah haji, mulai dari persiapan hingga kepulangan ke Tanah Air.

“Manasik haji bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan proses pembekalan penting agar jamaah siap secara fisik, mental, dan spiritual,” kata Mujiono.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas haji untuk memberikan pelayanan optimal, mengingat para jemaah telah menunggu bertahun-tahun demi bisa menunaikan ibadah haji.

“Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen mendukung penuh kelancaran keberangkatan dan kepulangan jamaah haji. Jemaah haji adalah tamu Allah yang harus kita layani sebaik mungkin,” tegas Mujiono. (aif)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Tahapan manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten menjadi momentum penting bagi ribuan calon jemaah haji (CJH) Banyuwangi tahun 2026.

Setelah menunggu masa antrean hingga 14 tahun, para CJH kini memasuki fase krusial sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Bimbingan manasik haji terintegrasi tersebut digelar di Kampus Universitas PGRI Ronggolawe (Unidsoe) Banyuwangi, Sabtu (7/2).

Kegiatan ini diikuti ribuan CJH dari seluruh kecamatan di Banyuwangi dan menjadi bagian dari persiapan menyeluruh, baik dari aspek ibadah, kesehatan, maupun teknis perjalanan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj dan Umrah) Banyuwangi Rif’an Junaidi mengatakan, jumlah jemaah haji Banyuwangi yang secara riil berangkat pada musim haji tahun 2026 mencapai 1.306 orang.

“Dari jumlah tersebut, terdapat sembilan jemaah yang menunda keberangkatan, serta 24 jemaah mutasi masuk dari kabupaten dan kota lain,” kata Rif’an di sela kegiatan manasik haji terintegrasi.

Rif’an menjelaskan, ribuan jemaah haji asal Banyuwangi tersebut akan diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter).

Yakni kloter 82, 83, 84, dan 85. Seluruh kloter akan masuk melalui Embarkasi Haji Surabaya sebelum bertolak menuju Arab Saudi.

Terkait kesiapan teknis, Rif’an secara khusus memohon dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam penguatan fasilitas transportasi jemaah.

Dukungan tersebut dibutuhkan baik pada saat keberangkatan dari Banyuwangi menuju Surabaya, maupun saat kepulangan jemaah dari Surabaya kembali ke Banyuwangi.

“Kami berharap seluruh pihak dapat mendukung dan memfasilitasi transportasi jamaah haji agar aman, nyaman, dan tertib. Fasilitasi ini sangat krusial, terutama bagi jamaah lanjut usia,” tegas Rif’an.

Dalam kesempatan itu, Rif’an juga menyampaikan informasi penting terkait perubahan struktur kelembagaan penyelenggara ibadah haji.

Ia menuturkan, saat ini telah terbentuk Kementerian Haji dan Umrah sebagai kementerian baru yang secara khusus menangani urusan haji dan umrah.

“Kementerian Haji dan Umrah merupakan kementerian yang baru lahir dari rahim Kementerian Agama, berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025,” jelasnya.