sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Ribuan orang dari berbagai lapisan masyarakat memadati kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Mabadi’ul Ihsan, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Sabtu (7/2).
Mereka hadir untuk mengikuti Haul ke-14 KH Achmad Musayyidi, pendiri Ponpes Mabadi’ul Ihsan yang dikenal sebagai kiai kharismatik dan istiqamah dalam perjuangan dakwah serta pendidikan Islam.
Sejak pagi, arus jemaah terus berdatangan. Tak hanya santri dan alumni, haul ini juga dihadiri tokoh agama lintas ormas Islam, unsur Forkopimda, pejabat Pemkab Banyuwangi, akademisi, hingga kalangan pengusaha.
Tampak hadir perwakilan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, LDII, Al Irsyad, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta para habaib dan kiai dari berbagai daerah.
Sejumlah pejabat daerah turut mengikuti rangkaian acara. Di antaranya Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, Sekretaris Kabupaten Guntur Priambodo, hingga Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan.
Hadir pula para kepala sekolah, rektor perguruan tinggi, kepala SKPD Pemkab Banyuwangi, serta tamu undangan lainnya.
Seperti diketahui, KH Achmad Musayyidi wafat 14 tahun lalu. Hingga kini, jejak perjuangannya terus hidup melalui Ponpes Mabadi’ul Ihsan yang berkembang menjadi pesantren modern. Saat ini, pesantren tersebut diasuh oleh KH Masykur Wardi.
Adapun Dewan Pembina Yayasan Ponpes Mabadi’ul Ihsan dijabat oleh H Abdullah Azwar Anas, yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) periode 2022–2024.
Haul ke-14 ini juga dihadiri sejumlah tokoh ulama nasional dan pengasuh pondok pesantren ternama.
Di antaranya Pengasuh Ponpes Darussalam Blokagung KH Hisyam Syafaat, Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH Fakhrudin Manan, serta Pengasuh Ponpes Ibnu Sina KH Masykur Ali.
Panitia secara khusus mengundang KH Muhammad Balya Firjaun atau yang akrab disapa Gus Firjaun, putra almarhum KH Achmad Siddiq Jember.
Selain itu, hadir pula Ustad Haddun Al Muhdor serta KH Labib Shodiq Suhaemi, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Dewan Pembina Yayasan Ponpes Mabadi’ul Ihsan Abdullah Azwar Anas mengenang sosok KH Achmad Musayyidi sebagai figur ulama yang sangat istiqamah dalam ibadah dan pengabdian.
Anas menyebut, almarhum memiliki 13 orang putra, dengan sepuluh di antaranya masih hidup hingga kini.
Page 2
Page 3
“Sejak kecil saya diajak Abah menghadiri haul ke haul para habaib dan kiai. Beliau sangat istiqamah, terutama dalam amaliyah manaqib Syeh Abdul Qodir Jaelani,” ujar Anas di hadapan ribuan jemaah.
Anas mengenang, dalam kondisi sakit sekalipun, KH Achmad Musayyidi tetap memimpin salat berjamaah.
Bahkan, beberapa kali almarhum jatuh pingsan di masjid karena tidak pernah mau meninggalkan kewajiban tersebut.
“Sesakit apa pun, Abah tetap ngimami salat. Bahkan beberapa kali nggeblak di masjid karena beliau tidak mau meninggalkan salat berjamaah,” kenangnya.
Di tengah keterbatasan ekonomi pada masanya, lanjut Anas, KH Achmad Musayyidi tidak pernah surut dalam menjalankan tugas-tugas keagamaan.
Hampir setiap tiga hari sekali, almarhum mengajak putra-putrinya untuk khatam Al-Qur’an.
“Malam hari, meski sakit dan dingin menggigil, beliau tetap bangun untuk mengistikamahkan amaliyahnya,” tambah Anas.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang turut hadir juga menyampaikan sambutan.
Ipuk menegaskan bahwa kegiatan haul merupakan bagian penting dalam merajut harmoni antara pemerintah daerah dan para ulama.
Menurutnya, dukungan dan doa dari para kiai menjadi kekuatan utama dalam membangun Banyuwangi.
“Pemkab Banyuwangi terus berupaya membangun daerah agar semakin baik. Tantangan ke depan tidak mudah. Tahun 2026, transfer anggaran dari pemerintah pusat ke seluruh daerah di Indonesia akan mengalami pemotongan,” kata Ipuk.
Namun demikian, Ipuk melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk menghadirkan inovasi.
Ia menilai keterlibatan pondok pesantren dalam program pendidikan dan kesehatan sangat strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
“Pelibatan ponpes dalam program pendidikan dan kesehatan sangat penting karena mampu menghadirkan SDM unggul,” ujarnya.
Ipuk menambahkan, berkat doa restu para kiai dan ulama, Pemkab Banyuwangi dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia berharap dukungan dari seluruh elemen, khususnya pesantren, agar arah pembangunan daerah benar-benar berdampak nyata.








