Kemeriahan Budaya Berbagai Suku di Festival Kuwung

0
500

BANYUWANGI – Festival Kuwung yang digelar di Banyuwangi, berlangsung meriah. Festival Kuwung, sebagaimana namanya yang berarti pelangi, menghadirkan beragam seni budaya yang tumbuh di seluruh pelosok Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Festival yang dibuka Bupati Banyuwagi Abdullah Azwar Anas, Sabtu malam (8/12/2018). Pawai yang dikenal juga sebagai Banyuwangi Night Festival tersebut menampilkan mulai dari budaya Suku Osing (masyarakat asli Banyuwangi) hingga budaya dari berbagai pelosok yang banyak menunjukkan hibriditas budaya.

Koreografi bertema “Teji Setro Asnawi” umpamanya. Tari yang dibawakan para seniman dari Kecamatan Bangorejo dan sekitarnya itu mengisahkan tumbuhnya seni jaranan di Banyuwangi.

Digambarkan tokoh bernama Asnawi yang merupakan pendatang dari wilayah Mataraman (Jawa Timur bagian barat) mengembangkan seni jaranan dan reog ke Banyuwangi. Jaranan pun berkembang dengan cita rasanya tersendiri karena telah terpaut dengan unsur seni Blambangan, kerajaan awal mula Banyuwangi.

Hibriditas kebudayaan tersebut, menurut Anas, sebagai perlambang dari inklusivitas warga Banyuwangi. “Orang Banyuwangi tidak anti keanekaragaman, baik suku, agama, maupun budaya. Keanekaragaman itu mampu diolah menjadi modal sosial dalam memajukan daerah,” ujar Anas.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last