KH Abdullah Fakih, Sang Pelopor Endhog-endhogan

0
882
Gus Reza di depan makam almarhum KH Abdullah Fakih di Ponpes Alkaf Cemoro, Desa Balak, Kecamatan Songgon.
Gus Reza di depan makam almarhum KH Abdullah Fakih di Ponpes Alkaf Cemoro, Desa Balak, Kecamatan Songgon.

Tradisi endhog-endhogan saat peringatan Maulid Nabi hanya ada di Banyuwangi. Tak banyak yang tahu, tradisi endhog-endhogan ini ternyata dimunculkan oleh Kiai Haji Abdullah Fakih dari Cemoro, Desa Balak, Kecamatan Songgon. Siapakah dia?


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

KRIDA HERBAYU, Songgon

KIAI Haji Abdullah Fakih atau lebih dikenal dengan sebutan Kiai Fakih Cemoro. Namanya sudah tidak asing di kalangan masyarakat Banyuwangi. Ulama ini wafat pada tahun 1953 silam.

Kiai Fakih mendirikan pondok pesantren (ponpes) yang diberi nama Ponpes Alkaf Cemoro yang terletak di Dusun Cemoro, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Dulu, ponpes tersebut memiliki banyak santri yang kental akan budaya Oseng.

Sosok Kiai Abdullah Fakih dikenal sebagai ulama kharismatik. Selain pintar berdakwah di masa penjajahan Belanda, Kiai yang lahir pada tahun 1911 itu juga telah berhasil menciptakan tradisi kembang endhog atau endhog-endhogan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last