Longsor, Jalan Lerek-Suko Ditutup

0
206

kondisi-jalan-yang-menghubungkan-lingkungan-lerek-dan-lingkungan-su-ko-kelurahan-gombengsari-kecamatan-kali-puro-banyuwangi-kemarin


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

KALIPURO – Hujan deras yang menerjang Banyuwangi beberapa hari terakhir mengakibatkan jalan di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, longsor kemarin (15/10). Karena dirasa membahayakan pengendara, jalan yang menghubungkan Lingkungan Suko dan Lerek itu terpaksa ditutup.

Saat Jawa Pos Radar Banyuwangi melihat lokasi, terlihat bekas longsoran berada di pinggir  jalan dekat Sungai Wringin Kembar. Jika diamati lebih teliti, longsoran itu tampak berpotensi berulang. Bila tidak dipasang penahan, tanah itu berpeluang longsor kembali dalam volume  yang lebih besar.

Apalagi, daerah yang dikelilingi kebun kopi, cengkih, dan kelapa, tersebut memiliki  kontur tanah yang gembur. Ketua RT 1 RW 3, Lingkungan Lerek, Masridin, mengatakan beberapa warga berinisiatif  menutup jalan tersebut. Hal itu dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban.

Mereka tidak  ingin pengendara terperosok ke  dasar jurang bila memaksa melintas di jalur tersebut. Dari ujung lain, ketua RT Lingkungan Suko juga melakukan hal yang sama. Warga Suko juga menutup jalan tersebut demi menghindari hal tidak diinginkan.

Masridin mengaku, jalan tersebut adalah jalur alternatif  yang biasa digunakan warga.  Bahkan, pegawai perkebunan Kali Klatak juga sering menggunakan jalan tersebut. Jalan itu lumayan menghemat waktu  dan bahan bakar. Warga tidak  perlu memutar dengan menempuh jarak 6 kilometer (Km) jika  ingin pergi dari Lerek ke Suko.  Begitu juga sebaliknya.

Setelah jalan itu longsor, banyak orang yang tetap melintas. Bahkan, ada warga yang nekat menginjak bagian jalan yang mudah longsor itu. “Kita tutup saja sekalian demi keselamatan orang banyak. Karena kalau tidak ditutup, banyak warga yang tetap nekat lewat,” ujar ketua RT yang juga dikenal sebagai pelatih bola voli itu.

Untuk menangani longsor tersebut, Masridin berencana melakukan kerja bakti dengan warga sekitar hari ini (16/10). Warga akan memasang penahan jalan supaya longsor tidak semakin meluas. “Ada bantuan dari  pemkab untuk memperbaiki lokasi yang terkena longsor. Jika  tidak salah butuh 440 kubik tanah atau sekitar 11 truk. Mungkin kita tutup dulu dengan penahan berupa karung berisi tanah,”  imbuhnya. (radar)

Loading...