sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Harapan masyarakat agar jalur kereta api bersejarah di kawasan Tapal Kuda kembali beroperasi mulai menemui titik terang.
Jalur nonaktif Kalisat–Bondowoso–Panarukan dipastikan masuk rencana reaktivasi pemerintah pusat, dan kini mulai dipetakan sebagai tahap awal untuk dihidupkan kembali.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember telah melakukan pemetaan (mapping) dan inventarisasi terhadap jalur kereta api yang sudah lama tidak beroperasi tersebut.
Langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis nasional dalam pengembangan jaringan perkeretaapian sekaligus upaya menghidupkan kembali konektivitas rel di wilayah timur Jawa Timur.
Jalur Bersejarah Siap Dihidupkan Lagi
Manajer Hukum dan Humasda KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa lintas Kalisat–Bondowoso–Panarukan kini masuk dalam kajian strategis pemerintah pusat.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu arahan resmi terkait tahapan lanjutan program reaktivasi tersebut.
“Saya belum bisa banyak bicara karena ini merupakan program pemerintah pusat. Yang jelas, PT KAI sangat mendukung rencana reaktivasi tersebut,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Radar Jember.
Menurutnya, proses mapping dan inventarisasi difokuskan pada kondisi fisik jalur, status aset, serta potensi hambatan yang ada di lapangan.
Melintasi Tiga Kabupaten Tapal Kuda
Jalur nonaktif tersebut diketahui melintasi tiga wilayah kabupaten di kawasan Tapal Kuda, yakni Jember, Bondowoso, dan Situbondo.
“Kami sudah mulai melakukan mapping dan inventarisasi jalur nonaktif di tiga wilayah tersebut sebagai persiapan awal,” ungkap Cahyo.
Inventarisasi yang dilakukan mencakup penelusuran trase rel lama, kondisi lahan, keberadaan bangunan di atas aset perkeretaapian, hingga kemungkinan kebutuhan rekonstruksi infrastruktur rel.
Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penting dalam menentukan kelayakan teknis serta estimasi investasi apabila proyek reaktivasi benar-benar direalisasikan pemerintah.
Masih Tunggu Arahan Pemerintah Pusat
Meski proses awal sudah berjalan, KAI Daop 9 Jember mengaku belum menerima kepastian terkait jadwal pelaksanaan maupun detail teknis pembangunan kembali jalur tersebut.
“Untuk tugas teknis lanjutan, kami masih menunggu konfirmasi dari pemerintah pusat dan instansi terkait,” jelasnya.
Page 2
Namun demikian, KAI menegaskan kesiapan penuh untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menghidupkan kembali jalur transportasi rel di wilayah tersebut.
Dampak Ekonomi dan Konektivitas Besar
Reaktivasi lintas Kalisat–Bondowoso–Panarukan dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jawa Timur bagian timur.
Selama ini kawasan Tapal Kuda masih sangat bergantung pada transportasi jalan raya.
Dengan hadirnya kembali kereta api, mobilitas penumpang maupun distribusi logistik diperkirakan akan menjadi lebih cepat dan efisien.
Selain itu, jalur ini juga berpotensi membuka akses menuju kawasan industri, pertanian, hingga destinasi pariwisata di wilayah Bondowoso dan Situbondo.
Tak hanya itu, keberadaan kereta api juga diyakini mampu mengurangi beban lalu lintas darat sekaligus meningkatkan keselamatan transportasi.
“Pada prinsipnya, kami siap mendukung kebijakan pemerintah untuk menghidupkan kembali jalur transportasi rel di wilayah ini,” pungkasnya.
Reaktivasi jalur KA bersejarah ini pun menjadi harapan baru bagi masyarakat Tapal Kuda, sekaligus momentum kebangkitan konektivitas transportasi berbasis rel di kawasan timur Jawa Timur. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Harapan masyarakat agar jalur kereta api bersejarah di kawasan Tapal Kuda kembali beroperasi mulai menemui titik terang.
Jalur nonaktif Kalisat–Bondowoso–Panarukan dipastikan masuk rencana reaktivasi pemerintah pusat, dan kini mulai dipetakan sebagai tahap awal untuk dihidupkan kembali.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember telah melakukan pemetaan (mapping) dan inventarisasi terhadap jalur kereta api yang sudah lama tidak beroperasi tersebut.
Langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis nasional dalam pengembangan jaringan perkeretaapian sekaligus upaya menghidupkan kembali konektivitas rel di wilayah timur Jawa Timur.
Jalur Bersejarah Siap Dihidupkan Lagi
Manajer Hukum dan Humasda KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa lintas Kalisat–Bondowoso–Panarukan kini masuk dalam kajian strategis pemerintah pusat.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu arahan resmi terkait tahapan lanjutan program reaktivasi tersebut.
“Saya belum bisa banyak bicara karena ini merupakan program pemerintah pusat. Yang jelas, PT KAI sangat mendukung rencana reaktivasi tersebut,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Radar Jember.
Menurutnya, proses mapping dan inventarisasi difokuskan pada kondisi fisik jalur, status aset, serta potensi hambatan yang ada di lapangan.
Melintasi Tiga Kabupaten Tapal Kuda
Jalur nonaktif tersebut diketahui melintasi tiga wilayah kabupaten di kawasan Tapal Kuda, yakni Jember, Bondowoso, dan Situbondo.
“Kami sudah mulai melakukan mapping dan inventarisasi jalur nonaktif di tiga wilayah tersebut sebagai persiapan awal,” ungkap Cahyo.
Inventarisasi yang dilakukan mencakup penelusuran trase rel lama, kondisi lahan, keberadaan bangunan di atas aset perkeretaapian, hingga kemungkinan kebutuhan rekonstruksi infrastruktur rel.
Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penting dalam menentukan kelayakan teknis serta estimasi investasi apabila proyek reaktivasi benar-benar direalisasikan pemerintah.
Masih Tunggu Arahan Pemerintah Pusat
Meski proses awal sudah berjalan, KAI Daop 9 Jember mengaku belum menerima kepastian terkait jadwal pelaksanaan maupun detail teknis pembangunan kembali jalur tersebut.
“Untuk tugas teknis lanjutan, kami masih menunggu konfirmasi dari pemerintah pusat dan instansi terkait,” jelasnya.








