Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Mayoritas Jamaah Haji Banyuwangi Lansia dan Usia Berisiko, Pemkab Perkuat Pendampingan Kesehatan Jelang Haji 2026

mayoritas-jamaah-haji-banyuwangi-lansia-dan-usia-berisiko,-pemkab-perkuat-pendampingan-kesehatan-jelang-haji-2026
Mayoritas Jamaah Haji Banyuwangi Lansia dan Usia Berisiko, Pemkab Perkuat Pendampingan Kesehatan Jelang Haji 2026

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Jamaah haji asal Kabupaten Banyuwangi yang akan diberangkatkan pada musim haji tahun 2026 kembali didominasi kelompok usia menengah hingga lanjut usia.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memprioritaskan pendampingan dan pengawasan kesehatan bagi para calon jamaah haji.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sebagian besar jamaah berada dalam kelompok usia berisiko sedang hingga tinggi serta memiliki penyakit penyerta yang memerlukan pengelolaan kesehatan secara disiplin selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Pemkab Tak Hanya Urus Administrasi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berkutat pada kelengkapan administrasi.

Lebih dari itu, kesiapan fisik dan mental jamaah menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Pendekatan tersebut dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan pembinaan berkelanjutan di tingkat Puskesmas.

“Ibadah haji adalah ibadah fisik yang berat. Karena itu, pemerintah wajib memastikan jamaah kita benar-benar siap. Pemeriksaan kesehatan, pembinaan, dan pendampingan bukan formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab pelayanan publik dan perlindungan jamaah,” tegas Ipuk.

Ipuk juga mengapresiasi peran tenaga kesehatan yang telah melakukan pemeriksaan secara objektif dan mengacu pada standar nasional istitaah kesehatan haji.

“Kesehatan jamaah tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Karena itu, pengawasan dan pendampingan harus dilakukan sejak sebelum pemberangkatan hingga di Tanah Suci,” imbuhnya.

Hampir 90 Persen Jamaah Berusia di Atas 41 Tahun

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat menjelaskan, pada tahun ini sebanyak 1.460 jamaah haji telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan istitaah atau mampu secara fisik untuk melaksanakan ibadah haji.

Dari sisi demografi, jamaah haji Banyuwangi didominasi kelompok usia produktif akhir dan lansia.

Rinciannya, 1.023 jamaah (70,07 persen) berusia 41–65 tahun, dan 284 jamaah (19,45 persen) berusia di atas 65 tahun.


Page 2

“Secara umum tingkat istitaah jamaah haji Banyuwangi sangat baik. Namun mayoritas membutuhkan pengelolaan obat yang disiplin. Ini yang menjadi fokus pembinaan kami di Puskesmas,” tambah Amir.

Peran Puskesmas Diperkuat

Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Banyuwangi terus memperkuat peran Puskesmas dalam pembinaan jamaah haji.

Upaya tersebut meliputi edukasi kepatuhan minum obat bagi jamaah dengan hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, pembinaan gizi serta kebugaran fisik, hingga edukasi pencegahan dehidrasi, kelelahan panas, dan penurunan kondisi kesehatan selama berada di Arab Saudi.

Pemkab Banyuwangi berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dengan selamat.

“Kami mengajak jamaah menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, dan tidak memaksakan diri. Kesehatan adalah modal utama agar ibadah haji dapat dijalani dengan khusyuk dan aman,” pungkasnya. (fre)


Page 3

Bahkan, jamaah tertua tercatat berusia 102 tahun, sementara jamaah termuda berusia 16 tahun.

Artinya, hampir 90 persen jamaah berada pada kelompok usia dengan risiko kesehatan sedang hingga tinggi.

Lebih dari Separuh Jamaah Kelebihan Berat Badan

Dari aspek status gizi, hasil pemeriksaan menunjukkan lebih dari separuh jamaah memiliki berat badan berlebih.

Tercatat 553 jamaah (37,88 persen) mengalami kelebihan berat badan, dan 211 jamaah (14,45 persen) mengalami obesitas.

Sementara itu, jamaah dengan status gizi normal tercatat sebanyak 590 jamaah (40,41 persen). Kondisi tersebut berkorelasi dengan tingginya prevalensi penyakit tidak menular di kalangan jamaah.

Hipertensi dan Diabetes Dominasi Penyakit Jamaah

Amir menambahkan, penyakit tidak menular masih menjadi tantangan utama kesehatan jamaah haji Banyuwangi.

“Dari 1.460 jamaah yang diperiksa, 470 orang (32,19 persen) menderita hipertensi, 235 orang (16,10 persen) menderita diabetes melitus, serta 146 orang (10 persen) mengalami penyakit jantung iskemik dan penyakit jantung lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat jamaah dengan kondisi kesehatan lain seperti anemia, gangguan pernapasan, gangguan ginjal, hingga gangguan kognitif, meski jumlahnya relatif kecil.

Jamaah yang dinyatakan sehat tanpa gangguan kesehatan tercatat sebanyak 444 orang.

“Data ini menunjukkan sebagian besar jamaah memiliki penyakit kronis yang terkontrol. Karena itu, kunci keberhasilan ibadah haji bukan hanya kelayakan berangkat, tetapi kepatuhan minum obat dan disiplin menjaga kondisi fisik selama di Tanah Suci,” jelas Amir.

Mayoritas Butuh Pendampingan Obat

Berdasarkan penetapan istitaah, sebanyak 404 jamaah (27,67 persen) dinyatakan istitaah penuh. Sementara 1.021 jamaah (69,93 persen) dinyatakan istitaah dengan pendampingan obat.

Selain itu, 27 jamaah (1,85 persen) memerlukan pendampingan orang, dan 8 jamaah (0,55 persen) dinyatakan tidak istitaah karena kondisi kesehatan berat, seperti demensia berat, gagal jantung, gagal ginjal, dan penurunan fungsi kognitif.