Memasuki Musim Kemarau, Petani di Songgon Mulai Tanam Palawija

0
68


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SONGGON – Memasuki musim kemarau dan banyaknya material pasir yang masuk ke sawah, sejumlah petani di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, banyak yang memilih menanam palawija, Minggu (22/4/2018) kemarin.

Para petani ini menanam palawija, karena tidak mau gagal seperti petani lainnya yang tanaman padi mati setelah sawahnya dipenuhi pasir akibat sungai keruh.

“Kalau tetap ditanami padi, nanti nasibnya sama dengan petani lainnya,” ujar Sutiana, 47, petani asal Dusun Krajan, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon.

Para petani yang kini memilih tanaman palawija, terang dia, itu inisiatif dari para petani sendiri. Itu setelah melihat tanaman padi tetangganya gagal tanam dan gagal panen. “Kegagalan petani lain itu yang membuat kami menanam palawija,” katanya.

Di daerahnya, lanjut dia, ada puluhan hektare lahan pertanian terendam pasir akibat sering dialiri sungai yang keruh. Sehingga, sebagian petani yang tidak mengaliri sawahnya dengan air keruh itu berpindah ke palawija. “Lahannya kering, jadi kita tanam palawija berupa jagung,” ungkapnya.

Petani lainnya, Cahyono menyampaikan para petani sekarang ini banyak yang beralih ke palawija. Itu karena aliran sungai yang tidak bisa dipakai dan bahkan banyak lahan yang sudah kering. “Kalau lahan kering seperti ini, ditanami padi butuh waktu lama,” kata lelaki 53 tahun tersebut.

Jika menanam palawija, terang dia, para petani tidak kebingungan. Karena tanaman palawija itu tidak terlalu membutuhkan air. “Agar bisa panen, banyak yang lebih suka menanam palawija,” ungkapnya.

Loading...