Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Memasuki Ramadan, Permintaan Manisan Buah di Banyuwangi Meroket

memasuki-ramadan,-permintaan-manisan-buah-di-banyuwangi-meroket
Memasuki Ramadan, Permintaan Manisan Buah di Banyuwangi Meroket

ngopibareng.id

Banyuwangi Sabtu, 21 Februari 2026 15:36 WIB

Memasuki bulan Ramadan, permintaan manisan buah di Banyuwangi meningkat pesat. Bahkan permintaan sudah naik sebelum datangnya bulan puasa. Dalam kondisi normal, penjualan per bulan hanya berkisar satu kuintal. Saat ini, permintaan masyarakat melonjak hampir berkali-kali lipat.

Salah satu pedagang manisan buah asal Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Sumiyati mengatakan, dua bulan jelang Lebaran sudah kebanjiran pesanan. Hingga saat ini saja. sudah tiga ton manisan buah yang terjual. 

“Biasanya sebulan paling banyak sekuintal. Permintaan sudah ramai sejak bulan lalu,” jelasnya, Sabtu, 21 Februarib 2026.

Permintaan manisan buah ini datang pelanggan yang sudah rutin mengambil dalam jumlah besar untuk stok Ramadan dan Idulfitri. Ada juga permintaan dari pedagang eceren musiman. Selain dari Banyuwangi, pelanggannya banyak dari daerah Surabaya, Cirebon, Sidoarjo, dan Probolinggo.

Baca Juga

Ada tujuh jenis manisan buah yang dijual. yakni manisan pala, tomat, cermai, mangga, asem, pepaya, dan belimbing wuluh. Sumiyati tidak memproduksi sendiri manisan buah yang dijualnya. Ia bermitra dengan puluhan pengerajin manisan buah yang ada di desanya. 

Dari sisi harga, manisan buah paling murah adalah manisan pala. Harganya hanya Rp35 ribu per kilogram. Untuk yang termahal adalah manisan tomat jadi termahal Rp50 ribu per kilogram.  Untuk jenis cermai, asam, mangga, dan belimbing wuluh masing-masing seharga Rp45 ribu per kilogram.

“Manisan yang paling laris pala, asem, sama cermai,” terangnya.

Like