Mendukung Upaya Pemain Persewangi Menuntut Hak

0
274
Loading...

Rata-rata mereka sudah memiliki anak dan istri. Tak ayal, hal itu membuat pemain mulai berontak. Sejak putaran kedua Divisi Utama lalu, pemain sudah melakukan perlawanan terhadap manajemen. Salah satunya, tidak mengikuti latihan rutin. Saat akan menghadapi pertandingan resmi pun, para pemain memilih jual mahal. Intinya, jika tidak ada uang, maka tidak ada permainan. Bahkan, para pemain sempat tertahan di salah satu hotel di Blitar akibat manajemen belum membayar sewa hotel.

Kini puncak kekecewaan para pemain ditunjukkan dengan meminta hearing kepada DPRD. Harapannya, dengar pendapat di dewan itu membuat semua pihak mengetahui kondisi tubuh Persewangi sebenarnya. Tentu saja, pertemuan tersebut bertujuan mengetahui kejelasan nasib para pemain, apakah gaji dan kontrak mereka akan dibayar ataukah tidak. Daripada langsung menempuh jalur hukum, para pe- main masih memilih upaya mediasi terlebih dahulu. Itu dilakukan karena pada dasarnya para pemain tidak ingin menjerumuskan pengurus ke dalam penjara. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Latihan Sea Survival dan SAR Digelar di Selat Bali